|
HR. Muslim : "Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada sosokmu dan hartamu, tetapi Dia akan melihat kepada hatimu dan amalanmu."
|
|
|
http://dekaes.com |
|
mujahid.alamaya@kotasantri.net |
|
mujahid.alamaya@kotasantri.net |
|
|
mujahid.alamaya |
|
mujahid.alamaya |
|
http://facebook.com/alamaya |
|
ponggawa.ksc@gmail.com |





Selasa, 12 Februari 2013 pukul 11:00 WIB
Penulis : Mujahid Alamaya
Setiap dalam perjalanan, sebisa mungkin saya usahakan untuk shalat pada waktunya. Walaupun tidak selepas adzan, yang penting masih dalam waktunya. Dari beberapa kali perjalanan, apalagi ketika menggunakan kendaraan pribadi, saya selalu membiasakan untuk tidak menjama' shalat, kecuali jika menggunakan sarana transportasi umum yang mau tidak mau harus menjama' shalat.
Lain halnya dengan beberapa orang teman. Ia biasa menjama' shalat, dalam perjalanan apapun. Padahal sebenarnya ia masih bisa shalat pada waktunya. Pernah suatu ketika, saya dan seorang teman hendak shalat Ashar. "Lha, tadi tidak dijama'?" tanya teman saya yang lain. Ketika saya jelaskan bahwa kami tidak biasa menjama' shalat, ia berargumen, "Selagi ada keringanan, kenapa tidak diambil?" Tidak mau berdebat, kami berusaha mengakhiri obrolan tentang hal ini.
Bagi kami, mau jama' atau tidak, yang penting tetap shalat. Yang kami yakini, shalat tepat pada waktunya itu lebih utama. Maka setiap dalam perjalanan, kami selalu mengusahakan shalat pada waktunya, walaupun tidak bisa tepat waktu. Lagi pula, boleh tidaknya untuk menjama' shalat, ada syarat dan ketentuan yang berlaku. Tidak sembarang orang dalam perjalanan bisa mendapat keringanan untuk menjama' shalat.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.