QS. At-Taubah 9 : 129 : "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepadaNya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung."
Alamat Akun
http://alamaya.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
PNS (Pegawai Non Struktural)
Berkacamata, itulah aku. Orang lebih mengenalku dengan nama asliku, Dudung Kurnia Sundana, sebuah nama khas Sunda pemberian dari kakek dan bapak. Sedangkan Mujahid Alamaya adalah cybername-ku sebagai Ponggawa KotaSantri.com (KSC). Pria berperawakan kutilang alias kurus, tinggi, langsing (Itu sih kata orang) mempunyai hal yang unik, temenku bilang aku ini "Baby …
http://dekaes.com
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya
mujahid.alamaya
http://facebook.com/alamaya
ponggawa.ksc@gmail.com
Tulisan Mujahid Lainnya
Uang Pelangkah
7 Januari 2013 pukul 14:00 WIB
Merayakan Pergantian Tahun
1 Januari 2013 pukul 13:00 WIB
Petunjuk yang Benar
26 Desember 2012 pukul 14:00 WIB
Berpikir Positif
20 Desember 2012 pukul 11:00 WIB
Bermula dari Niat
14 Desember 2012 pukul 11:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Ahad, 13 Januari 2013 pukul 10:10 WIB

Ketika Pendidikan Dipermasalahkan

Penulis : Mujahid Alamaya

Membaca kisah Houtman Zainal Arifin (HZA) yang hanya berijasah SMA, mengawali karir sebagai office boy, dan pensiun dini sebagai Vice President di Citibank, makin menguatkan hati saya untuk tetap percaya diri dan tidak minder walaupun hanya berijazah SMA. Karena selama ini, lulusan SMA hanya dipandang sebelah mata oleh mereka yang mungkin menganggap bahwa lulusan SMA tidak memunyai kompetensi dibanding lulusan diploma atau sarjana.

Jika mengingat beberapa kejadian masa lalu, banyak sikap dari orang lain yang membuat saya makin minder ketika mengungkit bahwa saya hanya lulusan SMA. Jika hanya mengungkit pendidikan saja, itu tidak masalah. Tapi jika sudah menghubungkan dengan hal-hal lain yang sudah masuk kategori menghina, itulah yang menjadi masalah. Kejadian yang paling menyakitkan adalah ketika saya dihina di hadapan atasan, lantaran saya diberikan kepercayaan untuk mewawancara lulusan diploma tiga dan diberi asisten yang lulusan sarjana.

Semuanya saya anggap sebagai angin lalu, yang penting saya bisa bekerja dengan baik dan menjaga kredibilitas saya di tempat kerja. Namun cobaan selalu saja ada. Berbagai isu negatif mengenai saya datang dari beberapa pihak yang tidak suka dengan saya. Fitnahpun datang dari rekan kerja yang tidak saya duga bahwa ia akan berbuat seperti itu. Dan kini, cobaan kembali menghinggapi saya. Isu tidak sedap mengenai saya datang dari dari salah seorang rekan yang sebelumnya selalu saya promosikan pada atasan untuk menempati posisinya saat ini.

Entahlah. Hanya karena lulusan SMA, jadi mengular ke mana-mana. Padahal, lulusan apapun, semuanya sama. Yang membedakan hanya kompetensi saja. Banyak lulusan SMA yang sukses dan berhasil, banyak juga lulusan sarjana yang cuma gelar saja alias tidak memiliki kompetensi apapun. Dan perlu kita ingat, bukankah tingkat pendidikan tidak akan dibawa ke alam abadi? Karena di mata Allah SWT, bukan tingkat pendidikan yang dilihat, melainkan tingkat ketakwaannya. Lantas kenapa pendidikan dipermasalahkan?

http://dekaes.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

fadhil | Mahasiswa
2 kata untuk situs ini, LUAR BIASA!!! Berharap bisa terus memberi manfaat pada para pengunjungnya.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1193 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels