HR. Bukhari : "Berhati-hatilah dengan buruk sangka. Sesungguhnya buruk sangka adalah ucapan yang paling bodoh."
Alamat Akun
http://alamaya.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
PNS (Pegawai Non Struktural)
Berkacamata, itulah aku. Orang lebih mengenalku dengan nama asliku, Dudung Kurnia Sundana, sebuah nama khas Sunda pemberian dari kakek dan bapak. Sedangkan Mujahid Alamaya adalah cybername-ku sebagai Ponggawa KotaSantri.com (KSC). Pria berperawakan kutilang alias kurus, tinggi, langsing (Itu sih kata orang) mempunyai hal yang unik, temenku bilang aku ini "Baby …
http://dekaes.com
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya
mujahid.alamaya
http://facebook.com/alamaya
ponggawa.ksc@gmail.com
Tulisan Mujahid Lainnya
Merayakan Pergantian Tahun
1 Januari 2013 pukul 13:00 WIB
Petunjuk yang Benar
26 Desember 2012 pukul 14:00 WIB
Berpikir Positif
20 Desember 2012 pukul 11:00 WIB
Bermula dari Niat
14 Desember 2012 pukul 11:00 WIB
Aku dan Kau
10 Desember 2012 pukul 11:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Senin, 7 Januari 2013 pukul 14:00 WIB

Uang Pelangkah

Penulis : Mujahid Alamaya

Sepertinya bukan merupakan hal yang aneh lagi jika seseorang yang hendak menikah dan mendahului kakaknya yang belum menikah, maka ia harus memberikan sesuatu sebagai uang pelangkah kepada kakaknya tersebut. Katanya, supaya tidak sial dan untuk menghormati sang kakak. Tradisi tersebut ada di beberapa daerah. Tentu, tidak semua orang melaksanakan tradisi tersebut.

Saya pernah mendengar cerita, ketika seseorang bercerita saat hendak menikah dan harus memenuhi permintaan sang kakak. Uang pelangkah yang diminta sang kakak, sangat memberatkannya. Walaupun ia sanggup memenuhi permintaan sang kakak, tapi ia merasa permintaan kakaknya tidak wajar. Entah bagaimana kelanjutannya, saya tidak begitu memerhatikan kelanjutannya.

Yang saya salut adalah, ketika seorang kakak yang belum menikah mau dilangkahi oleh adiknya. Bahkan, sang kakak dengan jujur dan semangat mendukung adiknya untuk segera menikah. "Jangan menunda untuk menikah lantaran kakak belum menikah." Beberapa kali saya mendapati kakak yang bersikap seperti itu. Sungguh mulia dan berlapang dada menerima kenyataan.

Menikah adalah ibadah. Semua proses ibadah adalah mudah. Maka janganlah untuk memersulit mereka yang hendak menikah dengan persyaratan uang pelangkah atau ini itu segala. Dukung, lancarkan, do'akanlah mereka yang hendak menggenapkan separuh agama. Jika harus menerima kenyataan bahwa sang kakak dilangkahi sang adik, lapangkanlah diri kita. Ibadah kok dipersulit?

http://dekaes.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

mang_unus | Wiraswasta
Semoga dapat menjadi wasilah untuk semua; berbagi ilmu, memupuk ukhuwah, mengokohkan keimanan, menopang keistiqamahan.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1111 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels