HR. Ibnu Majah dan Abi Ad-Dunya : "Secerdik-cerdik manusia ialah orang yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling gigih membuat persiapan dalam menghadapi kematian itu."
Berkacamata, itulah aku. Orang lebih mengenalku dengan nama asliku, Dudung Kurnia Sundana, sebuah nama khas Sunda pemberian dari kakek dan bapak. Sedangkan Mujahid Alamaya adalah cybername-ku sebagai Ponggawa KotaSantri.com (KSC).
Pria berperawakan kutilang alias kurus, tinggi, langsing (Itu sih kata orang) mempunyai hal yang unik, temenku bilang aku ini "Baby …
Aku dan kau, dua orang insan yang sama-sama sedang menjemput cinta-Nya, melalui rasa cinta yang tumbuh di antara sesama hamba-Nya, dan tentu dalam bingkai syari'at-Nya.
Kau, ingin mengutarakan isi hatimu, tapi rasa malu membuatmu enggan melakukannya. Kau hanya bisa mengutarakannya dalam setiap sikap. Namun aku tidak peka dengan sikapmu itu.
Aku, memberanikan diri menyampaikan niatku, bahwa aku akan mengkhitbahmu, namun ternyata kesempatan yang kau berikan sudah terlewati. Pupuslah harapanku untuk meminangmu.
Aku dan kau, ditakdirkan saling mencintai, namun tidak untuk memiliki. Mungkin untuk saat ini, entah untuk di masa yang akan datang. Kita serahkan semua pada-Nya, yang Maha Memiliki.
Itulah sebagian sketsa, antara aku dan kau. Kuharap kau baik-baik saja di sana, hingga waktu yang indah itu tiba. Semoga kelak, kita dipertemukan dengan yang terbaik menurut-Nya.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.