Ali Bin Abi Thalib : "Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan, tapi ilmu bertambah apabila dibelanjakan."
Alamat Akun
http://alamaya.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
PNS (Pegawai Non Struktural)
Berkacamata, itulah aku. Orang lebih mengenalku dengan nama asliku, Dudung Kurnia Sundana, sebuah nama khas Sunda pemberian dari kakek dan bapak. Sedangkan Mujahid Alamaya adalah cybername-ku sebagai Ponggawa KotaSantri.com (KSC). Pria berperawakan kutilang alias kurus, tinggi, langsing (Itu sih kata orang) mempunyai hal yang unik, temenku bilang aku ini "Baby …
http://dekaes.com
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya
mujahid.alamaya
http://facebook.com/alamaya
ponggawa.ksc@gmail.com
Tulisan Mujahid Lainnya
Terenyuh Melihatnya
2 Desember 2012 pukul 12:00 WIB
Kecewa dengan "Si Muslim"
26 November 2012 pukul 10:00 WIB
Bagai Oase di Padang Pasir
20 November 2012 pukul 10:00 WIB
Ilmu tanpa Amal
14 November 2012 pukul 10:10 WIB
Tekad yang Kuat akan Berbuah Manis
8 November 2012 pukul 10:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Sabtu, 8 Desember 2012 pukul 08:00 WIB

Amal yang Tertahan

Penulis : Mujahid Alamaya

Malam itu, saya hendak membeli oleh-oleh di sebuah toko kue ternama di Bandung. Beruntung, karena sudah lewat jam buka toko, pemiliknya masih melayani penjualan walaupun hanya menggelar meja di depan garasi. Saya membeli beberapa dus kue sebagai oleh-oleh untuk beberapa sohib di Surabaya.

Saat sedang menunggu giliran, pandangan mata saya tertuju pada seorang bapak muda yang sedang menjajakan dagangannya. Biasanya di depan toko itu memang banyak pedagang, terutama di siang hari. Namun malam itu, hanya tinggal seorang pedagang asong yang masih menggelar dagangannya.

Saya perhatikan dagangannya, mungkin ada yang bisa dibeli, sekedar berbagi rejeki dengannya. Tak sengaja, saya lihat pandangan pedagang itu tertuju pada pembelian kue dalam jumlah banyak. Ah, raut wajahnya membuat saya iba. Mungkin ia sedang berangan, andai dagangannya laku seperti kue-kue itu.

Karena tidak ada barang yang cocok, saya mengurungkan niat untuk membelinya. Tiba-tiba terbersit dalam pikiran, untuk memberinya sejumlah rupiah. Namun ketika selesai membeli kue, saya berlalu begitu saja sambil memperhatikan pedagang itu. Niat saya untuk berbagi rejeki dengannya tertahan.

Dalam perjalanan pulang, saya masih teringat dengan raut wajah pedagang itu. Ada rasa sesal dalam diri, kenapa waktu itu tidak berbagi rejeki dengannya. Padahal dari awal sudah diniatkan. Mungkin bisikan setan lebih kuat, sehingga niat saya itu tidak terlaksana, dan jadi amal yang tertahan. Astaghfirullaah...

http://dekaes.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Aryani | Karyawan Swasta
Salam kenal buat semua teman-teman penghuni KotaSantri.com. Sempat tau situs ini dari beberapa artikel yang dikirim oleh teman ke inboxQu. Tetapi, setelah dibuka banyak yang berguna buatQu. Semoga terus bermanfaat bagi sesama.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1360 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels