|
Ali Bin Abi Thalib : "Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan, tapi ilmu bertambah apabila dibelanjakan."
|
|
|
http://dekaes.com |
|
mujahid.alamaya@kotasantri.net |
|
mujahid.alamaya@kotasantri.net |
|
|
mujahid.alamaya |
|
mujahid.alamaya |
|
http://facebook.com/alamaya |
|
ponggawa.ksc@gmail.com |





Sabtu, 8 Desember 2012 pukul 08:00 WIB
Penulis : Mujahid Alamaya
Malam itu, saya hendak membeli oleh-oleh di sebuah toko kue ternama di Bandung. Beruntung, karena sudah lewat jam buka toko, pemiliknya masih melayani penjualan walaupun hanya menggelar meja di depan garasi. Saya membeli beberapa dus kue sebagai oleh-oleh untuk beberapa sohib di Surabaya.
Saat sedang menunggu giliran, pandangan mata saya tertuju pada seorang bapak muda yang sedang menjajakan dagangannya. Biasanya di depan toko itu memang banyak pedagang, terutama di siang hari. Namun malam itu, hanya tinggal seorang pedagang asong yang masih menggelar dagangannya.
Saya perhatikan dagangannya, mungkin ada yang bisa dibeli, sekedar berbagi rejeki dengannya. Tak sengaja, saya lihat pandangan pedagang itu tertuju pada pembelian kue dalam jumlah banyak. Ah, raut wajahnya membuat saya iba. Mungkin ia sedang berangan, andai dagangannya laku seperti kue-kue itu.
Karena tidak ada barang yang cocok, saya mengurungkan niat untuk membelinya. Tiba-tiba terbersit dalam pikiran, untuk memberinya sejumlah rupiah. Namun ketika selesai membeli kue, saya berlalu begitu saja sambil memperhatikan pedagang itu. Niat saya untuk berbagi rejeki dengannya tertahan.
Dalam perjalanan pulang, saya masih teringat dengan raut wajah pedagang itu. Ada rasa sesal dalam diri, kenapa waktu itu tidak berbagi rejeki dengannya. Padahal dari awal sudah diniatkan. Mungkin bisikan setan lebih kuat, sehingga niat saya itu tidak terlaksana, dan jadi amal yang tertahan. Astaghfirullaah...
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.