Imam Nawawi : "Aku mencintaimu karena agama yang ada padamu. Jika kau hilangkan agama dalam dirimu, hilanglah cintaku padamu."
Alamat Akun
http://alamaya.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
PNS (Pegawai Non Struktural)
Berkacamata, itulah aku. Orang lebih mengenalku dengan nama asliku, Dudung Kurnia Sundana, sebuah nama khas Sunda pemberian dari kakek dan bapak. Sedangkan Mujahid Alamaya adalah cybername-ku sebagai Ponggawa KotaSantri.com (KSC). Pria berperawakan kutilang alias kurus, tinggi, langsing (Itu sih kata orang) mempunyai hal yang unik, temenku bilang aku ini "Baby …
http://dekaes.com
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya
mujahid.alamaya
http://facebook.com/alamaya
ponggawa.ksc@gmail.com
Tulisan Mujahid Lainnya
Rela Minggat Demi Memertahankan Aqidah
2 November 2012 pukul 14:00 WIB
Agar Qurban Lebih Terasa Manfaatnya
27 Oktober 2012 pukul 09:00 WIB
Jalan Hidayah
21 Oktober 2012 pukul 12:00 WIB
Antara Pengemis dan Pedagang Asongan
15 Oktober 2012 pukul 11:00 WIB
Kok Mereka Akrab Sekali?
9 Oktober 2012 pukul 08:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Kamis, 8 November 2012 pukul 10:00 WIB

Tekad yang Kuat akan Berbuah Manis

Penulis : Mujahid Alamaya

Jika kita hendak pergi beraktifitas, apalagi kalau lokasinya lumayan jauh, tentunya kita menggunakan kendaraan untuk menghemat waktu dan tenaga. Tapi lain halnya yang dilakukan Ma'ruf, seorang pelajar di sebuah SMA, yang selalu berjalan kaki untuk bisa bersekolah. Bukan karena lokasinya di wilayah yang jauh dari sarana kendaraan, tapi karena untuk menghemat ongkos.

Jarak dari rumah ke sekolahnya cukup jauh, jika menggunakan kendaraan sekitar 1,5 jam perjalanan. Saat awal masuk SMA, Ma'ruf biasa menggunakan kendaraan umum untuk bersekolah. Tapi karena ongkos yang mahal, akhirnya Ma’ruf tinggal di ruangan sebuah Masjid di kawasan Cimahi. Jarak dari Masjid tersebut ke sekolahnya sekitar 4 KM. Tentu bukan jarak yang dekat.

Setelah tinggal di Masjid tersebut, bukan berarti beban hidup Ma'ruf terkurangi. Untuk menghemat, Ma'ruf selalu pergi dan pulang sekolah dengan berjalan kaki. "Daripada uangnya buat ongkos, mending dipake buat kebutuhan sekolah," ujarnya. Maklumlah, orangtuanya sudah bercerai dan sang ayah tidak memberi nafkah bagi keluarga yang ditinggalkan. Ibunyapun tidak kerja.

"Untuk biaya sehari-hari dan keperluan sekolah, alhamdulillaah, selalu ada rejeki dari Allah Sang Pemberi Rejeki untuk mencukupinya," tutur Ma'ruf ketika bercerita tentang perjuangan dirinya saat berusaha untuk memenuhi semua biaya yang dibutuhkannya. Dan pada suatu hari, ada seorang dermawan yang membelikan sepeda bekas untuk digunakan Ma'ruf. Alhamdulillaah...

Kisah perjuangan Ma'ruf tersebut mengingatkan diri saya, agar selalu berjuang dalam hal apapun, tentunya dalam kebaikan. Jika kita telah berusaha dengan maksimal dan menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah yang Mahakuasa, insya Allah akan berbuah manis. Tekad Ma'ruf yang kuat untuk bersekolah, berbuah manis dengan mengalirnya rejeki yang tak terduga. Subhanallah...

http://dekaes.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Agoes | TKI
Di sini tempat kumpul-kumpul, atau hanya sekedar ingin menambah ilmu tentang agama, atau hanya ingin baca-baca artikel-artikel bagus dari temen-temen di KotaSantri.com.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0991 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels