HR. Ibnu Majah dan Abi Ad-Dunya : "Secerdik-cerdik manusia ialah orang yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling gigih membuat persiapan dalam menghadapi kematian itu."
Alamat Akun
http://alamaya.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
PNS (Pegawai Non Struktural)
Berkacamata, itulah aku. Orang lebih mengenalku dengan nama asliku, Dudung Kurnia Sundana, sebuah nama khas Sunda pemberian dari kakek dan bapak. Sedangkan Mujahid Alamaya adalah cybername-ku sebagai Ponggawa KotaSantri.com (KSC). Pria berperawakan kutilang alias kurus, tinggi, langsing (Itu sih kata orang) mempunyai hal yang unik, temenku bilang aku ini "Baby …
http://dekaes.com
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya
mujahid.alamaya
http://facebook.com/alamaya
ponggawa.ksc@gmail.com
Tulisan Mujahid Lainnya
Tekad yang Kuat akan Berbuah Manis
8 November 2012 pukul 10:00 WIB
Rela Minggat Demi Memertahankan Aqidah
2 November 2012 pukul 14:00 WIB
Agar Qurban Lebih Terasa Manfaatnya
27 Oktober 2012 pukul 09:00 WIB
Jalan Hidayah
21 Oktober 2012 pukul 12:00 WIB
Antara Pengemis dan Pedagang Asongan
15 Oktober 2012 pukul 11:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Rabu, 14 November 2012 pukul 10:10 WIB

Ilmu tanpa Amal

Penulis : Mujahid Alamaya

Suatu hari, saya menghadiri undangan silaturrahim dengan teman-teman dari dunia maya di sebuah restoran. Hampir semua yang datang silaturrahim sudah saya kenal di komunitas maya. Obrolanpun mencair, mulai dari aktifitas keseharian, pertemanan dengan sesama netter dan blogger, sampai perkembangan di dunia maya.

Waktu shalatpun tiba. Tak lama kemudian, saya bergegas menuju mushala. Setelah shalat, saya kembali berkumpul dan melanjutkan obrolan. Menit demi menit berlalu, hampir semua yang hadir silih berganti menuju mushala. Saya perhatikan, ada salah seorang yang hadir sepertinya belum beranjak menuju mushala, untuk shalat.

Ketika silaturrahim hampir selesai dan siap untuk pamit, salah seorang teman saya bertanya kepada yang belum shalat tersebut, "Belum shalat ya?" Jawabnya, "Belum, nanti saja." Padahal waktu sudah menunjukan hampir 2 jam dari kumandang adzan, dan ia merupakan jebolan dari sebuah lembaga agama terkemuka di dunia.

Banyak hal yang membuat saya bertanya-tanya tentangnya. Kok lulusan dari 'sana' seperti itu ya? Menunda shalat, bicaranya gaul yang terkesan kasar, dan hal lainnya. Sungguh sayang sekali, ilmu yang ia dapatkan selama 'di sana' tidak diamalkan. Apa ia tidak mengetahui bahwa ilmu tanpa amal itu bagaikan pohon tanpa buah?

Wallaahu a'lam.

http://dekaes.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Meyla Farid | Guru
Isinya sangat bagus dan bermanfaat. Site favoritku untuk saat ini. :)
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0965 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels