Ali Bin Abi Thalib : "Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya, ketulusan sesuai dengan kadar kemanusiaannya, keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya terhadap perbuatan kejahatan, dan kesucian hati nuraninya sesuai dengan kadar kepekaannya akan kehormatan dirinya."
Alamat Akun
http://alamaya.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
PNS (Pegawai Non Struktural)
Berkacamata, itulah aku. Orang lebih mengenalku dengan nama asliku, Dudung Kurnia Sundana, sebuah nama khas Sunda pemberian dari kakek dan bapak. Sedangkan Mujahid Alamaya adalah cybername-ku sebagai Ponggawa KotaSantri.com (KSC). Pria berperawakan kutilang alias kurus, tinggi, langsing (Itu sih kata orang) mempunyai hal yang unik, temenku bilang aku ini "Baby …
http://dekaes.com
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya
mujahid.alamaya
http://facebook.com/alamaya
ponggawa.ksc@gmail.com
Tulisan Mujahid Lainnya
Kecewa dengan "Si Muslim"
26 November 2012 pukul 10:00 WIB
Bagai Oase di Padang Pasir
20 November 2012 pukul 10:00 WIB
Ilmu tanpa Amal
14 November 2012 pukul 10:10 WIB
Tekad yang Kuat akan Berbuah Manis
8 November 2012 pukul 10:00 WIB
Rela Minggat Demi Memertahankan Aqidah
2 November 2012 pukul 14:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Ahad, 2 Desember 2012 pukul 12:00 WIB

Terenyuh Melihatnya

Penulis : Mujahid Alamaya

Sore itu, selepas makan di depan kantor, saya bergegas kembali menuju kantor. Baru beberapa langkah, terlihat seorang tukang sol sepatu sedang duduk di trotoar sambil memegang benang. Saya perhatikan, ternyata seorang bapak tua, mungkin usianya di atas 70. Tubuhnya yang telah renta dan sedikit membungkuk, terlihat gemetar ketika memegang benang dan peralatan sol sepatu lainnya.

Refleks, melihat sosok bapak tua itu, saya menyodorkan lembaran rupiah. "Ini, untuk makan, pak." Spontan bapak tua itu mengucap syukur dan berterima kasih sambil menunduk. Saya beranjak meninggalkan bapak tua itu, tanpa menoleh ke belakang. Tak sanggup rasanya diri ini jika berada pada posisi seperti bapak tua itu. Di usianya yang senja, masih harus bergelut menjemput rejeki.

Banyak pertanyaan yang muncul di benak saya mengenai sosok bapak tua itu. "Masih adakah orang yang mau memerbaiki sepatu padanya? Apa ia masih sanggup untuk memerbaiki sepatu dengan hasil yang bagus dan rapi? Di mana rumahnya? Ke mana anak cucunya?" Dan berbagai tanya lainnya. Tapi, saya yakin, Allah SWT pasti akan memberikan jalan rejeki pada-Nya, dari manapun itu.

Sungguh, pertemuan dengan bapak tua tukang sol sepatu pada kesempatan itu, telah menggetarkan hati saya. Terenyuh melihatnya, mengingatkan saya pada bapak yang juga telah memasuki usia senja. Saya bersyukur, bapak saya tidak seperti bapak tua tukang sol sepatu itu. Saya harus berusaha semaksimal mungkin untuk memuliakan orangtua, dengan cara apapun yang baik menurut-Nya.

http://dekaes.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Prof | Cloth Design
Moga KotaSantri.com bisa jadi situs Jejaring yang Populer n meng-Global! Amin!
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1064 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels