HR. Ad-Dailami : "Alangkah baiknya orang-orang yang sibuk meneliti aib diri mereka sendiri dengan tidak mengurusi aib orang lain."
Alamat Akun
http://alamaya.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
PNS (Pegawai Non Struktural)
Berkacamata, itulah aku. Orang lebih mengenalku dengan nama asliku, Dudung Kurnia Sundana, sebuah nama khas Sunda pemberian dari kakek dan bapak. Sedangkan Mujahid Alamaya adalah cybername-ku sebagai Ponggawa KotaSantri.com (KSC). Pria berperawakan kutilang alias kurus, tinggi, langsing (Itu sih kata orang) mempunyai hal yang unik, temenku bilang aku ini "Baby …
http://dekaes.com
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya
mujahid.alamaya
http://facebook.com/alamaya
ponggawa.ksc@gmail.com
Tulisan Mujahid Lainnya
Amal yang Tertahan
8 Desember 2012 pukul 08:00 WIB
Terenyuh Melihatnya
2 Desember 2012 pukul 12:00 WIB
Kecewa dengan "Si Muslim"
26 November 2012 pukul 10:00 WIB
Bagai Oase di Padang Pasir
20 November 2012 pukul 10:00 WIB
Ilmu tanpa Amal
14 November 2012 pukul 10:10 WIB
Pelangi
Pelangi » Pernik

Ahad, 9 Desember 2012 pukul 10:30 WIB

Pertemuan Terakhir

Penulis : Mujahid Alamaya

Dana dan Dadi adalah kakak adik yang tinggalnya beda tempat. 14 tahun mereka tinggal terpisah. Dana tinggal bersama neneknya, kemudian merantau ke sebuah kota. Sedangkan Dadi tinggal bersama orangtuanya. Sesekali mereka bertemu saat Dana silaturrahim ke rumah orangtuanya.
 
Postur tubuh yang jauh beda, membuat orang lain salah menilai. Dadi sering disangka kakaknya Dana, karena tubuhnya yang besar. Namun demikian, rasa hormat Dadi pada Dana tak berkurang.
 
Hari itu, masih dalam suasana Lebaran, Dana bertemu dengan Dadi. Tak banyak obrolan di antara mereka, karena memang mereka tidak begitu akrab layaknya kakak adik.
 
Tibalah saatnya Dana berpamitan untuk kembali merantau. Saat itu, kebetulan ada keponakan yang bisa diminta tolong untuk mengantar Dana ke jalan raya, karena kebetulan jarak dari rumah ke jalan raya lumayan jauh.
 
Ketika Dana ke luar rumah dan hendak berangkat, ternyata Dadi sudah siap di jalan dengan sepeda motor pinjaman, milik temannya. Tanpa basa-basi, Dadi langsung memersilakan Dana untuk menaiki sepeda motor. Dana tak menolak dan merekapun bergegas pergi.
 
Sepanjang perjalanan, mereka mengobrol singkat. Sampailah pada pertanyaan kenapa Dadi tidak mencari pekerjaan yang jauh lebih baik. Dadi mengatakan, ia beberapa kali mendapatkan tawaran pekerjaan di luar kota, namun selalu ia tolak, karena ia tidak mau meninggalkan bapak yang sudah beranjak tua dan butuh perhatian dari anaknya.
 
Dana sadar, selama ini hanya Dadi yang bisa diandalkan bapak, karena anak-anaknya bapak yang lain sudah tidak tinggal serumah lagi. Dana hanya bisa berkata pada Dadi, untuk terus memerhatikan bapak.
 
Tak terasa, jalan raya tinggal beberapa meter lagi. Terbersit dalam hati Dana untuk memberi Dadi sejumlah uang. Namun setelah dipikirkan, Dana mengurungkannya. Dana berpikir, jika ia memberinya uang, takut uang tersebut digunakan untuk hal-hal yang sia-sia, mengingat perilaku Dadi yang berbeda dengan saudara yang lain. Mungkin lebih baik memberi sesuatu untuk Dadi dalam bentuk barang.
 
Beberapa bulan berlalu, Dana belum sempat pulang dan bertemu dengan Dadi. Hingga pada suatu hari, Dana dikejutkan oleh kabar yang memberitahukan bahwa Dadi meninggal dunia karena kecelakaan di jalan raya.
 
Mendengar kabar tersebut, Dana kaget bukan main dan merasa tak percaya. Tak menyangka Dadi akan pergi menghadap-Nya begitu cepat. Ada rasa sesal dalam diri Dana, karena saat Lebaran itu tidak memberi Dadi sejumlah uang dan belum sempat membelikan barang untuk Dadi.
 
Hingga kini, jika ingat dengan pertemuannya bersama Dadi, Dana masih menyesali sikapnya tempo hari dan merasa kehilangan yang amat sangat. Ternyata, pertemuan itu adalah pertemuan terakhir.

http://dekaes.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Elsye Ivanne | Swasta
Semoga dengann bergabung di KotaSantri.com banyak manfaat yang saya dapatkan n dapat bertukar fikian dengan akhi n ukhti. Mohon bimbingannnya karena dalam waktu dekat saya harus mengakhiri masa lajang dan berdampingan dengann seorang aktivis dakwah.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1552 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels