|
HR. Ibnu Majah dan Abi Ad-Dunya : "Secerdik-cerdik manusia ialah orang yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling gigih membuat persiapan dalam menghadapi kematian itu."
|
|
|
http://dekaes.com |
|
mujahid.alamaya@kotasantri.net |
|
mujahid.alamaya@kotasantri.net |
|
|
mujahid.alamaya |
|
mujahid.alamaya |
|
http://facebook.com/alamaya |
|
ponggawa.ksc@gmail.com |





Kamis, 20 Desember 2012 pukul 11:00 WIB
Penulis : Mujahid Alamaya
Dalam menjalankan sebuah usaha, banyak sekali suka dan duka yang dialami. Salah satu di antaranya adalah ketika ada konsumen yang bertransaksi. Beberapa kali saya pernah mendapat order yang tidak jadi alias tidak sampai ke tahap akhir. Padahal saya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk melaksanakan beberapa tahapan order.
Pernah suatu ketika, saya mendapat order pemesanan tiket pesawat untuk sekitar 20 orang. Setelah negosiasi, disepakatilah semuanya, kemudian saya melakukan proses pemesanan. Cukup melelahkan ketika harus memasukan data sebanyak itu, karena membutuhkan ketelitian, ketepatan, dan kecepatan, agar tidak terjadi kesalahan fatal.
Setelah proses pemesanan selesai, konsumen tak kunjung melakukan pembayaran. Melewati batas waktu yang ditentukan, pemesanan yang telah dibuatpun dibatalkan. Hingga terdengarlah kabar bahwa konsumen tersebut tidak jadi memesan pada saya, melainkan pada pihak lain dengan harga yang tidak jauh berbeda dengan harga awal.
Melayanglah pendapatan saya saat itu. Rasa jengkel begitu menggelora. Namun saya berusaha berpikir positif, bahwa Allah SWT punya skenario yang lain. Mungkin hal ini merupakan pemancing untuk order di masa yang akan datang. Dan benar saja, tidak lama setelah itu, saya mendapat order lebih besar dibanding order yang dibatalkan itu.
Alhamdulillaah, dengan berpikir positif dan tetap optimis, rejeki itupun datang dengan sendirinya, dan tentu sesuai ketentuan-Nya. Sayapun banyak mengambil hikmah dari kejadian-kejadian lain yang serupa, yakni rejeki itu tak akan ke mana. Jika memang merupakan rejekinya, ia akan datang, asalkan kita terus berusaha dan tetap optimis.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.