HR. Ibnu Majah dan Abi Ad-Dunya : "Secerdik-cerdik manusia ialah orang yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling gigih membuat persiapan dalam menghadapi kematian itu."
Alamat Akun
http://alamaya.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
PNS (Pegawai Non Struktural)
Berkacamata, itulah aku. Orang lebih mengenalku dengan nama asliku, Dudung Kurnia Sundana, sebuah nama khas Sunda pemberian dari kakek dan bapak. Sedangkan Mujahid Alamaya adalah cybername-ku sebagai Ponggawa KotaSantri.com (KSC). Pria berperawakan kutilang alias kurus, tinggi, langsing (Itu sih kata orang) mempunyai hal yang unik, temenku bilang aku ini "Baby …
http://dekaes.com
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya
mujahid.alamaya
http://facebook.com/alamaya
ponggawa.ksc@gmail.com
Tulisan Mujahid Lainnya
Bermula dari Niat
14 Desember 2012 pukul 11:00 WIB
Aku dan Kau
10 Desember 2012 pukul 11:00 WIB
Pertemuan Terakhir
9 Desember 2012 pukul 10:30 WIB
Amal yang Tertahan
8 Desember 2012 pukul 08:00 WIB
Terenyuh Melihatnya
2 Desember 2012 pukul 12:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Kamis, 20 Desember 2012 pukul 11:00 WIB

Berpikir Positif

Penulis : Mujahid Alamaya

Dalam menjalankan sebuah usaha, banyak sekali suka dan duka yang dialami. Salah satu di antaranya adalah ketika ada konsumen yang bertransaksi. Beberapa kali saya pernah mendapat order yang tidak jadi alias tidak sampai ke tahap akhir. Padahal saya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk melaksanakan beberapa tahapan order.

Pernah suatu ketika, saya mendapat order pemesanan tiket pesawat untuk sekitar 20 orang. Setelah negosiasi, disepakatilah semuanya, kemudian saya melakukan proses pemesanan. Cukup melelahkan ketika harus memasukan data sebanyak itu, karena membutuhkan ketelitian, ketepatan, dan kecepatan, agar tidak terjadi kesalahan fatal.

Setelah proses pemesanan selesai, konsumen tak kunjung melakukan pembayaran. Melewati batas waktu yang ditentukan, pemesanan yang telah dibuatpun dibatalkan. Hingga terdengarlah kabar bahwa konsumen tersebut tidak jadi memesan pada saya, melainkan pada pihak lain dengan harga yang tidak jauh berbeda dengan harga awal.

Melayanglah pendapatan saya saat itu. Rasa jengkel begitu menggelora. Namun saya berusaha berpikir positif, bahwa Allah SWT punya skenario yang lain. Mungkin hal ini merupakan pemancing untuk order di masa yang akan datang. Dan benar saja, tidak lama setelah itu, saya mendapat order lebih besar dibanding order yang dibatalkan itu.

Alhamdulillaah, dengan berpikir positif dan tetap optimis, rejeki itupun datang dengan sendirinya, dan tentu sesuai ketentuan-Nya. Sayapun banyak mengambil hikmah dari kejadian-kejadian lain yang serupa, yakni rejeki itu tak akan ke mana. Jika memang merupakan rejekinya, ia akan datang, asalkan kita terus berusaha dan tetap optimis.

http://dekaes.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Rahmad Syamsu W | mahasiswa
Heeebbatt.... Sesuai motto dari KSC, "menebar senyum merajut ukhwah", semoga KSC ini bermanfaat bagi kita semua ikhwan dan akhwat yang ingin merajut ukhuwah.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1344 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels