Imam Nawawi : "Aku mencintaimu karena agama yang ada padamu. Jika kau hilangkan agama dalam dirimu, hilanglah cintaku padamu."
Alamat Akun
http://alamaya.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
PNS (Pegawai Non Struktural)
Berkacamata, itulah aku. Orang lebih mengenalku dengan nama asliku, Dudung Kurnia Sundana, sebuah nama khas Sunda pemberian dari kakek dan bapak. Sedangkan Mujahid Alamaya adalah cybername-ku sebagai Ponggawa KotaSantri.com (KSC). Pria berperawakan kutilang alias kurus, tinggi, langsing (Itu sih kata orang) mempunyai hal yang unik, temenku bilang aku ini "Baby …
http://dekaes.com
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya
mujahid.alamaya
http://facebook.com/alamaya
ponggawa.ksc@gmail.com
Tulisan Mujahid Lainnya
Menghargai Pemakai Jalan
19 Januari 2013 pukul 08:30 WIB
Ketika Pendidikan Dipermasalahkan
13 Januari 2013 pukul 10:10 WIB
Uang Pelangkah
7 Januari 2013 pukul 14:00 WIB
Merayakan Pergantian Tahun
1 Januari 2013 pukul 13:00 WIB
Petunjuk yang Benar
26 Desember 2012 pukul 14:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Jum'at, 25 Januari 2013 pukul 09:00 WIB

"Anak Ngaji" kok Begitu?

Penulis : Mujahid Alamaya

Sebagian besar teman-teman saya bisa dikatakan sebagai "Anak Ngaji" yang selalu taat pada gurunya. Dalam hal apapun, mereka memang dituntut harus taat. Termasuk dalam urusan "pesta rakyat". Saya salut kepada mereka, tapi kadang ada hal-hal yang selalu membuat saya tanda tanya.

Salah satu hal yang kadang membuat saya tersenyum sambil mikir adalah ketika mereka sering menjatuhkan pihak yang dianggap lawan. Beberapa orang membuat perbandingan-perbandingan tertentu yang mengunggulkan tokoh dari kalangan ngajinya, dan menjatuhkan tokoh dari pihak lawan.

Tanpa berpikir panjang, "Anak Ngaji" yang lain langsung menyebarkan perbandingan-perbandingan tersebut. Entah mereka tahu fakta sebenarnya atau tidak. Yang jelas, mereka mengunggulkan tokoh dari kalangan ngajinya dan berusaha menjatuhkan pihak lawan.

Suatu ketika, saya mengomentari salah seorang teman yang turut menyebarkan isu tersebut berupa perbandingan foto. Kebetulan, saya tahu apa yang terjadi saat itu dengan salah satu tokoh yang dianggap lawan. Tapi teman saya tetap keukeuh dengan pendapatnya bahwa tokohnyalah yang terbaik.

Kasus seperti ini tidak hanya sekali dua kali. Sering saya menemukan hal seperti itu, dan saya hanya bisa menarik nafas. "Anak Ngaji" kok seperti itu? Bukankah seharusnya ia berbuat kebaikan? Sedangkan menyebarkan isu seperti itu yang tidak jelas faktanya adalah sebuah keburukan? Entahlah. Semoga mereka diberikan petunjuk dari-Nya.

Wallahu a'lam.

http://dekaes.com

Suka
biyanto menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Hendi | Desain Grafis
Mari gabung di sini. Artikelnya bagus-bagus dan banyak hikmahnya.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1334 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels