|
Imam Nawawi : "Aku mencintaimu karena agama yang ada padamu. Jika kau hilangkan agama dalam dirimu, hilanglah cintaku padamu."
|
|
|
http://dekaes.com |
|
mujahid.alamaya@kotasantri.net |
|
mujahid.alamaya@kotasantri.net |
|
|
mujahid.alamaya |
|
mujahid.alamaya |
|
http://facebook.com/alamaya |
|
ponggawa.ksc@gmail.com |





Jum'at, 25 Januari 2013 pukul 09:00 WIB
Penulis : Mujahid Alamaya
Sebagian besar teman-teman saya bisa dikatakan sebagai "Anak Ngaji" yang selalu taat pada gurunya. Dalam hal apapun, mereka memang dituntut harus taat. Termasuk dalam urusan "pesta rakyat". Saya salut kepada mereka, tapi kadang ada hal-hal yang selalu membuat saya tanda tanya.
Salah satu hal yang kadang membuat saya tersenyum sambil mikir adalah ketika mereka sering menjatuhkan pihak yang dianggap lawan. Beberapa orang membuat perbandingan-perbandingan tertentu yang mengunggulkan tokoh dari kalangan ngajinya, dan menjatuhkan tokoh dari pihak lawan.
Tanpa berpikir panjang, "Anak Ngaji" yang lain langsung menyebarkan perbandingan-perbandingan tersebut. Entah mereka tahu fakta sebenarnya atau tidak. Yang jelas, mereka mengunggulkan tokoh dari kalangan ngajinya dan berusaha menjatuhkan pihak lawan.
Suatu ketika, saya mengomentari salah seorang teman yang turut menyebarkan isu tersebut berupa perbandingan foto. Kebetulan, saya tahu apa yang terjadi saat itu dengan salah satu tokoh yang dianggap lawan. Tapi teman saya tetap keukeuh dengan pendapatnya bahwa tokohnyalah yang terbaik.
Kasus seperti ini tidak hanya sekali dua kali. Sering saya menemukan hal seperti itu, dan saya hanya bisa menarik nafas. "Anak Ngaji" kok seperti itu? Bukankah seharusnya ia berbuat kebaikan? Sedangkan menyebarkan isu seperti itu yang tidak jelas faktanya adalah sebuah keburukan? Entahlah. Semoga mereka diberikan petunjuk dari-Nya.
Wallahu a'lam.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.