|
Sirah Umar, Ibnu Abdil Hakam : "Aku akan duduk di sebuah tempat yang tak kuberikan sedikit pun tempat untuk syaitan."
|
|
|
http://dekaes.com |
|
mujahid.alamaya@kotasantri.net |
|
mujahid.alamaya@kotasantri.net |
|
|
mujahid.alamaya |
|
mujahid.alamaya |
|
http://facebook.com/alamaya |
|
ponggawa.ksc@gmail.com |





Kamis, 29 Agustus 2013 pukul 20:00 WIB
Penulis : Mujahid Alamaya
Belakangan ini, banyak situs Islam yang latah ikut serta memberitakan seputar kehalalan sebuah restoran terkemuka, tanpa cek dan ricek terlebih dahulu. Begitu pula dengan netter yang turut meneruskan berita tersebut ke mana-mana.
Dalam berita yang disampaikan, disebutkan informasi seputar waralaba restoran tersebut. Padahal, informasi tersebut merupakan hoax yang telah beredar sejak lama. Namun beberapa situs baru memberitakannya akhi-akhir ini, karena memang sedang menjadi trending topic.
Jika ditelusuri, restoran tersebut bukanlah bisnis waralaba. Pemiliknya menolak banyak pihak yang ingin meminta franchise bisnis padanya, dengan alasan bahwa nantinya akan sulit mengontrol mutu perusahaan franchise tersebut.
Saya tak habis pikir dengan sikap pengelola situs Islam tersebut, yang memuat berita tanpa adanya proses tabayyun dengan pemilik ataupun pengelola restoran tersebut. Mereka langsung memuat berita tersebut begitu saja. Bukankah dengan tabayyun itu bisa mencegah fitnah?
Sebelum ikutan latah untuk menyebarkan informasi, apapun itu, ada baiknya cek dan ricek terlebih dahulu. Jangan sampai kita yang tidak tahu menahu informasi yang sebenarnya, menjadi alat propaganda pihak tertentu untuk menyebarkan hoax yang mengarah pada fitnah.
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujuraat : 6).
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.