Umar bin Abdul Aziz : "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika engkau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
Alamat Akun
http://alamaya.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
PNS (Pegawai Non Struktural)
Berkacamata, itulah aku. Orang lebih mengenalku dengan nama asliku, Dudung Kurnia Sundana, sebuah nama khas Sunda pemberian dari kakek dan bapak. Sedangkan Mujahid Alamaya adalah cybername-ku sebagai Ponggawa KotaSantri.com (KSC). Pria berperawakan kutilang alias kurus, tinggi, langsing (Itu sih kata orang) mempunyai hal yang unik, temenku bilang aku ini "Baby …
http://dekaes.com
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya
mujahid.alamaya
http://facebook.com/alamaya
ponggawa.ksc@gmail.com
Tulisan Mujahid Lainnya
Jujur karena Benar, Bohong karena Salah
17 Agustus 2013 pukul 21:00 WIB
Hikmah di Balik Niat Silaturrahim
11 Agustus 2013 pukul 21:00 WIB
I'tikaf kok Milih Tanggal?
5 Agustus 2013 pukul 21:00 WIB
Smartphone itu Hilang
30 Juli 2013 pukul 20:20 WIB
Mendahulukan Allah SWT
24 Juli 2013 pukul 21:12 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Jum'at, 23 Agustus 2013 pukul 20:20 WIB

Insya Allah Syahid

Penulis : Mujahid Alamaya

Tragedi kemanusiaan yang terjadi di Mesir, mengundang berbagai pro dan kontra mengenai berbagai hal, termasuk perkara gelar syahid bagi mereka yang telah dibantai oleh pihak Militer, yang notabene adalah rakyat sipil tak bersenjata dan mayoritas adalah pendukung presiden terpilih yang digulingkan.

Saya merasa geli ketika mencermati perbedaan pendapat dan bahkan pertentangan beberapa pihak mengenai gelar syahid yang diberikan pada korban pembantaian. Pihak yang satu mengatakan bahwa korban pembantaian bisa dikategorikan mati syahid. Sedangkan pihak yang satu lagi mengatakan bahwa korban pembantaian bisa dikategorikan mati konyol.

Masing-masing pihak bersikukuh dengan argumennya. Salah satu pihak dengan yakin seyakin-yakinnya mengatakan bahwa korban pembantaian adalah para syuhada. Ketika menyebut nama atau jumlah korban, tidak terlepas dari kata syahid. Bahkan dengan argumennya, ia menyerang habis-habisan pihak yang mengatakan bahwa korban adalah mati konyol.

Saya mencoba bersikap netral. Awalnya tidak ingin berkomentar, namun tergelitik juga untuk memberikan pandangan. Apalagi ketika melihat beberapa teman yang turut menyebarkan beberapa informasi seputar perdebatan syahid atau tidaknya para korban pembantaian di Mesir.

Syahid adalah perkara ghaib dan hanya Allah SWT yang berhak untuk menggelarinya. Tetapi sebagai sesama muslim, mengharapkan kebaikan dan kesyahidan atas saudaranya adalah sebuah keutamaan. Maka, alangkah bijaknya jika kita menggunakan kalimat yang proporsional ketika menyertakan kata syahid. Misalkan, "Lebih dari 2600 orang tewas akibat pembantaian oleh militer di Mesir. Semoga mereka yang tewas termasuk dalam golongan mati syahid."

Wallahu a'lam.

http://dekaes.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Lina | staff adm
Subhanallah... Ingin sekali bisa bergabung, berbagi cerita, dan bertanya. Artikelnya bagus-bagus.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1214 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels