Umar bin Abdul Aziz : "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika engkau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
Alamat Akun
http://alamaya.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
PNS (Pegawai Non Struktural)
Berkacamata, itulah aku. Orang lebih mengenalku dengan nama asliku, Dudung Kurnia Sundana, sebuah nama khas Sunda pemberian dari kakek dan bapak. Sedangkan Mujahid Alamaya adalah cybername-ku sebagai Ponggawa KotaSantri.com (KSC). Pria berperawakan kutilang alias kurus, tinggi, langsing (Itu sih kata orang) mempunyai hal yang unik, temenku bilang aku ini "Baby …
http://dekaes.com
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya
mujahid.alamaya
http://facebook.com/alamaya
ponggawa.ksc@gmail.com
Tulisan Mujahid Lainnya
Mendidik dengan Hati
18 Juli 2013 pukul 20:02 WIB
Sambut Ramadhan dengan Riang
12 Juli 2013 pukul 20:00 WIB
Seharusnya, Malu dengan Penampilan
6 Juli 2013 pukul 21:00 WIB
Bermula dari Niat
30 Juni 2013 pukul 21:00 WIB
Silaturrahim itu Indah
24 Juni 2013 pukul 10:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Rabu, 24 Juli 2013 pukul 21:12 WIB

Mendahulukan Allah SWT

Penulis : Mujahid Alamaya

Entah kejadian ke berapa kali yang saya alami ketika dihadapkan pada dilema antara mendirikan shalat terlebih dahulu atau memrioritaskan perjalanan karena mengejar waktu supaya sesuai rencana. Salah satunya adalah mengejar waktu karena jadwal keberangkatan pesawat yang mepet dengan waktu shalat.

Saat itu, ketika hendak pulang dari Makassar dengan keberangkatan pukul 19:45, terjadi salah informasi antara teman saya dengan orang yang akan mengantar saya ke bandara. Teman saya mengatur jadwal bahwa saya berangkat ke bandara pukul 18:00, padahal sebelumnya saya mengatakan bahwa pukul 18:00 harus sudah di tiba bandara.

Pukul 18:00 tiba, tapi orang yang akan mengantar belum juga datang. Beberapa menit kemudian, adzan maghrib berkumandang. Tanpa berpikir lama, saya bergegas ke masjid untuk shalat, walaupun sebenarnya deg-degan takut tertinggal pesawat. Saya meyakinkan diri, shalat saja dulu, semoga penerbangannya delay.

Pulang dari masjid hampir pukul 18:30 dan orang yang akan mengantar sudah datang. Sayapun bergegas berangkat ke bandara, dengan harapan bisa tiba tepat waktu. Namun apa daya, walaupun kecepatan motor telah ditambah, tapi kemacetan panjang cukup menghambat perjalanan. Saya terus melirik jam tangan, khawatir tertinggal pesawat.

Waktu telah menunjukkan pukul 19:15, batas akhir waktu check in, sedangkan saya masih di jalan dan baru tiba di bandara pukul 19:30. Saya pasrah jika saya tertinggal pesawat, karena sudah lewat dari batas waktu check in. Tapi karena saya yakin bahwa pesawat belum take off, sayapun bergerak cepat masuk ke terminal.

Setelah mondar-mandir mencari check in counter, sayapun lesu tak berdaya, karena konter telah tutup. Di saat kebingungan, saya diberi arahan oleh salah seorang petugas untuk langsung ke boarding gate karena saat itu terdengar last call dari pengeras suara. Sayapun lari-lari menuju boarding gate.

Alhamdulillaah, setelah melewati petugas di pintu masuk boarding lounge, saya diijinkan masuk pesawat, walaupun sebenarnya semua penumpang kecuali saya sudah meninggalkan boarding lounge. Saya melewati jalan pintas, dan berhasil bergabung dengan penumpang lain untuk sama-sama naik ke pesawat.

Di atas pesawat, tak henti-hentinya saya mengucap syukur alhamdulillaah. Walaupun saya sudah pasrah, namun ternyata kepasrahan itu berbuah manis. Allah SWT telah membuka jalan bagi saya agar saya tidak tertinggal pesawat. Mungkin inilah salah satu hikmah ketika saya tetap berusaha mendahulukan Allah SWT dibandingkan yang lain.

http://dekaes.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Saeful Arif | Dagang
Saya senang membaca di KotaSantri.com.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1275 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels