Sirah Umar, Ibnu Abdil Hakam : "Aku akan duduk di sebuah tempat yang tak kuberikan sedikit pun tempat untuk syaitan."
Alamat Akun
http://alamaya.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
PNS (Pegawai Non Struktural)
Berkacamata, itulah aku. Orang lebih mengenalku dengan nama asliku, Dudung Kurnia Sundana, sebuah nama khas Sunda pemberian dari kakek dan bapak. Sedangkan Mujahid Alamaya adalah cybername-ku sebagai Ponggawa KotaSantri.com (KSC). Pria berperawakan kutilang alias kurus, tinggi, langsing (Itu sih kata orang) mempunyai hal yang unik, temenku bilang aku ini "Baby …
http://dekaes.com
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya
mujahid.alamaya
http://facebook.com/alamaya
ponggawa.ksc@gmail.com
Tulisan Mujahid Lainnya
Smartphone itu Hilang
30 Juli 2013 pukul 20:20 WIB
Mendahulukan Allah SWT
24 Juli 2013 pukul 21:12 WIB
Mendidik dengan Hati
18 Juli 2013 pukul 20:02 WIB
Sambut Ramadhan dengan Riang
12 Juli 2013 pukul 20:00 WIB
Seharusnya, Malu dengan Penampilan
6 Juli 2013 pukul 21:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Senin, 5 Agustus 2013 pukul 21:00 WIB

I'tikaf kok Milih Tanggal?

Penulis : Mujahid Alamaya

Sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, seperti biasa, banyak orang yang i'tikaf di masjid dalam rangka mendekatkan diri pada Allah SWT untuk menggapai lailatul qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Begitu banyak keutamaan yang didapatkan jika kita bisa menggapainya.

Saya tidak akan membahas mengenai lailatul qadar, tapi fenomena yang terjadi di masyarakat dalam menyikapinya. Yakni, banyak yang berbondong-bondong i'tikaf di malam ganjil, karena memang ada keterangan shahih yang menyebutkan bahwa lailatul qadar itu terjadi di malam ganjil.

Jika malam itu merupakan malam ganjil, banyak sekali mereka yang i'tikaf, dan dapat dipastikan masjid dipenuhi oleh jama'ah. Namun jika malam itu merupakan malam genap, kondisinya berbanding terbalik, jama'ah hanya memenuhi setengahnya saja dari kapasitas masjid.

Rupanya, banyak yang masih belum memahami apa itu i'tikaf. Alangkah lebih baik jika kita, khususnya diri ini, untuk kembali memerdalam ilmu mengenai i'tikaf. Jangan sampai kita salah kaprah, i'tikaf tapi semau sendiri, tanpa memerhatikan kaidah-kaidah yang berlaku sesuai ketentuan.

I'tikaf memang lebih utama dilaksanakan di sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, tapi dilakukan secara terus menerus setiap hari, bukannya dilakukan dengan memilih-milih tanggal dan lebih mengutamakan tanggal ganjil. Mari luruskan niat dan sempurnakan ikhtiar dalam menggapai lailatul qadar.

Wallahu a'lam.

http://dekaes.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Aryani | Karyawan Swasta
Salam kenal buat semua teman-teman penghuni KotaSantri.com. Sempat tau situs ini dari beberapa artikel yang dikirim oleh teman ke inboxQu. Tetapi, setelah dibuka banyak yang berguna buatQu. Semoga terus bermanfaat bagi sesama.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1142 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels