Ibn. Athaillah : "Di antara tanda keberhasilan pada akhir perjuangan adalah berserah diri kepada Allah sejak permulaan "
Alamat Akun
http://alamaya.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
PNS (Pegawai Non Struktural)
Berkacamata, itulah aku. Orang lebih mengenalku dengan nama asliku, Dudung Kurnia Sundana, sebuah nama khas Sunda pemberian dari kakek dan bapak. Sedangkan Mujahid Alamaya adalah cybername-ku sebagai Ponggawa KotaSantri.com (KSC). Pria berperawakan kutilang alias kurus, tinggi, langsing (Itu sih kata orang) mempunyai hal yang unik, temenku bilang aku ini "Baby …
http://dekaes.com
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya
mujahid.alamaya
http://facebook.com/alamaya
ponggawa.ksc@gmail.com
Tulisan Mujahid Lainnya
Mengutamakan Allah SWT, Segalanya Dipermudah
25 April 2013 pukul 22:00 WIB
Mengembalikan Kepercayaan
19 April 2013 pukul 21:30 WIB
Menjaga Harga Diri
13 April 2013 pukul 11:00 WIB
Jangan Cuma Usul, tapi Realisasikan
7 April 2013 pukul 21:00 WIB
Kemunduran Iman
1 April 2013 pukul 21:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Rabu, 1 Mei 2013 pukul 22:00 WIB

Lahan Dakwah

Penulis : Mujahid Alamaya

Saya tercengang ketika mendengar perkataan salah seorang publik figur dalam dunia religi. Saat itu, ia sedang diwawancarai seputar kepergian sahabatnya yang juga merupakan publik figur dalam dunia religi, dimana unsur selebritisnya lebih menonjol. Ia mengatakan bahwa sahabatnya tersebut tidak memermasalahkan ketika 'lahannya' diambil oleh orang lain.

Berhubung sahabatnya tersebut terjun dalam dunia -katanya- dakwah, maka sudah dapat dipastikan bahwa lahan tersebut adalah lahan dakwah. Terbersit tanya dalam benak saya, "Dakwah kok pakai lahan? Bukankah dakwah itu universal?" Saya jadi teringat dengan kehebohan beberapa bulan silam mengenai ustadz selebritis, karena memang sahabatnya tersebut dikategorikan sebagai selebritis.

Astaghfirullaah... Dakwah yang seharusnya merupakan sarana untuk menyampaikan ayat-ayat-Nya dengan niat karena Allah SWT, kini telah menjadi sarana untuk mendapatkan materi. Apalagi banyak fakta yang ditemukan bahwa seseorang yang sudah memiliki pamor dan banyak jama'ah, tarif sekali ceramah bisa mencapai belasan juta.

Jika dakwah sudah dikaitkan dengan materi, apa yang akan terjadi di kemudian hari? Mungkinkah orang-orang akan berlomba terjun dalam dunia dakwah dengan harapan akan mendapatkan imbalan materi? Astaghfirullaah... Sudah saatnya untuk introspeksi diri, khususnya bagi diri ini, untuk senantiasa meluruskan niat hanya karena Allah SWT semata.

http://dekaes.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

mang_unus | Wiraswasta
Semoga dapat menjadi wasilah untuk semua; berbagi ilmu, memupuk ukhuwah, mengokohkan keimanan, menopang keistiqamahan.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1067 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels