|
QS. An-Nahl : 97 : "Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."
|
|
|
http://dekaes.com |
|
mujahid.alamaya@kotasantri.net |
|
mujahid.alamaya@kotasantri.net |
|
|
mujahid.alamaya |
|
mujahid.alamaya |
|
http://facebook.com/alamaya |
|
ponggawa.ksc@gmail.com |





Senin, 1 April 2013 pukul 21:00 WIB
Penulis : Mujahid Alamaya
Ketika saya aktif di Rohis SMU maupun di komunitas, saya mengenal beberapa rekan, baik laki-laki maupun perempuan, yang bisa dikatakan amal ibadahnya lebih bagus dari saya. Saya salut atas keteguhan iman mereka kala itu. Akhlak yang baik dengan disertai penampilan yang sesuai dengan syari'at, membuat saya kagum pada mereka.
Beberapa tahun kemudian, setelah lama kami tak berjumpa, ada yang membuat saya terenyuh. Mereka, yang dulu keteguhan imannya membuat saya kagum, kini pudar tergerus waktu. Di antara mereka, ada yang akhlaknya jauh berbeda dengan dulu, ada juga yang penampilannya bertolak belakang dengan apa yang dulu mereka kampanyekan.
Rupanya, mereka telah mengalami kemunduran iman. Entah apa penyebabnya, saya tidak tahu pasti. Namun sebagian besar, penyebab utamanya adalah karena faktor lingkungan. Lingkungan memang berperan besar dalam proses pembentukan karakter dan sangat menentukan nilai keimanan kita, semakin baik atau malah sebaliknya.
Kemunduran iman yang dialami oleh mereka, telah menjadi pelajaran berharga bagi saya, terutama faktor lingkungan. Apalagi di lingkungan kerja saat ini, kadang saya tidak bisa mengelak ketika keimanan saya berada di titik paling rendah. Semoga apa yang dialami oleh rekan saya tersebut, menjadi pelecut bagi saya untuk menjaga keimanan agar tetap stabil atau bahkan menjadi lebih baik lagi.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.