HR. At-Tirmidzi : "Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu. Maka barangsiapa mengambil warisan tersebut, ia telah mengambil bagian yang banyak."
Alamat Akun
http://alamaya.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
PNS (Pegawai Non Struktural)
Berkacamata, itulah aku. Orang lebih mengenalku dengan nama asliku, Dudung Kurnia Sundana, sebuah nama khas Sunda pemberian dari kakek dan bapak. Sedangkan Mujahid Alamaya adalah cybername-ku sebagai Ponggawa KotaSantri.com (KSC). Pria berperawakan kutilang alias kurus, tinggi, langsing (Itu sih kata orang) mempunyai hal yang unik, temenku bilang aku ini "Baby …
http://dekaes.com
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya
mujahid.alamaya
http://facebook.com/alamaya
ponggawa.ksc@gmail.com
Tulisan Mujahid Lainnya
Bukan untuk Cari Muka
14 Maret 2013 pukul 10:00 WIB
Sesalpun Tiada Gunanya
8 Maret 2013 pukul 10:00 WIB
Anak Ngaji kok Pacaran?
2 Maret 2013 pukul 12:00 WIB
Kasih yang Tak Terbalas
24 Februari 2013 pukul 13:00 WIB
Kencleng Toilet
18 Februari 2013 pukul 11:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Rabu, 20 Maret 2013 pukul 20:00 WIB

Dakwah atau Politik?

Penulis : Mujahid Alamaya

Beberapa tahun lalu, banyak bermunculan media dakwah di internet berupa situs yang berisi kajian keislaman maupun berita seputar keislaman. Saya menyambut positif kehadiran media dakwah berbasis internet tersebut, untuk mencerdaskan kaum muslimin.

Awalnya, konten media dakwah tersebut hanya seputar keislaman saja, tanpa ada muatan apapun. Pengunjung media dakwah tersebut makin banyak dan tentu kehadirannya makin eksis. Kontennya yang beragam dan menarik, menjadi magnet yang kuat bagi pengunjungnya.

Namun belakangan, media dakwah tersebut sepertinya berubah halauan. Nilai-nilai dakwah yang dikemas media tersebut mulai pudar, dan tidak sedikit konten-konten bermuatan politis bermunculan. Entah apa yang melatarbelakanginya, saya tidak mau ambil kesimpulan.

Yang saya sayangkan adalah pudarnya nilai-nilai dakwah, dan kuatnya unsur politik. Misalnya saja konten yang memuat berita seputar kekurangan lawan politiknya. Bukankah seharusnya media dakwah tidak memuat konten seperti itu? Entahlah, saya tak habis pikir.

Kini, sebagian media dakwah tersebut lebih kental unsur politisnya dibanding konten yang menyejukan dan mencerdaskan. Nilai dakwah seakan lebih menekankan dakwah untuk golongannya, bukan dakwah untuk ummat seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Wallahu a'lam.

http://dekaes.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Eno Karta Susana | Guru
Subhanallah... KSC bisa dijadikan sebagai sarana kreativitas, nambah ilmu, dan mempererat tali silaturrahim. Tapi tetap kita harus berusaha menjaga niat. Semoga bermanfaat. Aamiin...
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1202 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels