Anis Matta : "Pahlawan bukanlah orang suci dari langit yang diturunkan ke bumi untuk menyelesaikan persoalan manusia dengan mukjizat, secepat kilat untuk kemudian kembali ke langit. Pahlawan adalah orang biasa yang melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, dalam sunyi yang panjang, sampai waktu mereka habis."
Alamat Akun
http://alamaya.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
PNS (Pegawai Non Struktural)
Berkacamata, itulah aku. Orang lebih mengenalku dengan nama asliku, Dudung Kurnia Sundana, sebuah nama khas Sunda pemberian dari kakek dan bapak. Sedangkan Mujahid Alamaya adalah cybername-ku sebagai Ponggawa KotaSantri.com (KSC). Pria berperawakan kutilang alias kurus, tinggi, langsing (Itu sih kata orang) mempunyai hal yang unik, temenku bilang aku ini "Baby …
http://dekaes.com
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya
mujahid.alamaya
http://facebook.com/alamaya
ponggawa.ksc@gmail.com
Tulisan Mujahid Lainnya
Kasih yang Tak Terbalas
24 Februari 2013 pukul 13:00 WIB
Kencleng Toilet
18 Februari 2013 pukul 11:00 WIB
Tetap pada Waktunya
12 Februari 2013 pukul 11:00 WIB
Shalat kok Diburu-buru?
6 Februari 2013 pukul 15:00 WIB
Keangkuhan yang Roboh
31 Januari 2013 pukul 15:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Sabtu, 2 Maret 2013 pukul 12:00 WIB

Anak Ngaji kok Pacaran?

Penulis : Mujahid Alamaya

Teringat kisah beberapa tahun silam, ketika saya dan beberapa sahabat rajin silaturrahim dengan mendatangi beberapa kediaman sahabat yang yang lain. Home Visit, kami biasa menyebutnya demikian. Beragam kisah dan hikmah kami dapatkan dari silaturrahim ini.

Satu hal yang masih teringat sampai saat ini, adalah ketika salah seorang sahabat yang mengaku sebagai anak ngaji dan berada di garda terdepan sebuah kelompok, berkisah tentang masalah cintanya. Ia 'ditembak' seseorang yang katanya merupakan anak ngaji juga.

Setelah ngobrol panjang lebar, akhirnya ia mengakui bahwa hubungan mereka cukup serius dan sering berkomunikasi. Ketika kami katakan bahwa hal tersebut tidak boleh, karena sudah menjurus pada praktik pacaran, ia pun mengakuinya dan tak membantah.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Alih-alih mereka memerbaiki diri, tapi malah makin akrab. Sudah bosan kami memberitahunya. Beruntung, ia memutuskan untuk segera menikah setelah beberapa bulan lamanya sering berkomunikasi ngalor-ngidul hingga berjam-jam.

Walaupun keakraban tersebut berujung pada pernikahan, tapi sangat disayangkan jika perilaku serupa pacaran dilakukan oleh mereka yang mengaku sebagai anak ngaji. Bukankah mereka mengerti adab-adabnya bagaimana seharusnya mereka bersikap?

Jika 'oknum' anak ngaji saja sudah seperti itu, lalu bagaimana dengan mereka yang bukan anak ngaji? Di sinilah perlunya, kita sebagai sesama muslim untuk selalu menjaga diri dan mengingatkan satu sama lain agar mematuhi adab-adab yang berlaku dalam tata krama Islam yang sudah baku.

http://dekaes.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Wuri Handayani | Mahasiswi
Tulisan teman-teman di KSC senantiasa selalu menjadi bahan inspirasi tarbiyah aku. Jazakillah khair.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1094 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels