|
Anis Matta : "Pahlawan bukanlah orang suci dari langit yang diturunkan ke bumi untuk menyelesaikan persoalan manusia dengan mukjizat, secepat kilat untuk kemudian kembali ke langit. Pahlawan adalah orang biasa yang melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, dalam sunyi yang panjang, sampai waktu mereka habis."
|
|
|
http://dekaes.com |
|
mujahid.alamaya@kotasantri.net |
|
mujahid.alamaya@kotasantri.net |
|
|
mujahid.alamaya |
|
mujahid.alamaya |
|
http://facebook.com/alamaya |
|
ponggawa.ksc@gmail.com |





Sabtu, 2 Maret 2013 pukul 12:00 WIB
Penulis : Mujahid Alamaya
Teringat kisah beberapa tahun silam, ketika saya dan beberapa sahabat rajin silaturrahim dengan mendatangi beberapa kediaman sahabat yang yang lain. Home Visit, kami biasa menyebutnya demikian. Beragam kisah dan hikmah kami dapatkan dari silaturrahim ini.
Satu hal yang masih teringat sampai saat ini, adalah ketika salah seorang sahabat yang mengaku sebagai anak ngaji dan berada di garda terdepan sebuah kelompok, berkisah tentang masalah cintanya. Ia 'ditembak' seseorang yang katanya merupakan anak ngaji juga.
Setelah ngobrol panjang lebar, akhirnya ia mengakui bahwa hubungan mereka cukup serius dan sering berkomunikasi. Ketika kami katakan bahwa hal tersebut tidak boleh, karena sudah menjurus pada praktik pacaran, ia pun mengakuinya dan tak membantah.
Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Alih-alih mereka memerbaiki diri, tapi malah makin akrab. Sudah bosan kami memberitahunya. Beruntung, ia memutuskan untuk segera menikah setelah beberapa bulan lamanya sering berkomunikasi ngalor-ngidul hingga berjam-jam.
Walaupun keakraban tersebut berujung pada pernikahan, tapi sangat disayangkan jika perilaku serupa pacaran dilakukan oleh mereka yang mengaku sebagai anak ngaji. Bukankah mereka mengerti adab-adabnya bagaimana seharusnya mereka bersikap?
Jika 'oknum' anak ngaji saja sudah seperti itu, lalu bagaimana dengan mereka yang bukan anak ngaji? Di sinilah perlunya, kita sebagai sesama muslim untuk selalu menjaga diri dan mengingatkan satu sama lain agar mematuhi adab-adab yang berlaku dalam tata krama Islam yang sudah baku.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.