|
HR. Al Hakim : "Menyendiri lebih baik daripada berkawan dengan yang buruk, dan kawan bergaul yang shaleh lebih baik daripada menyendiri. Berbincang-bincang yang baik lebih baik daripada berdiam, dan berdiam adalah lebih baik daripada berbicara (ngobrol) yang buruk."
|
|
|
http://dekaes.com |
|
mujahid.alamaya@kotasantri.net |
|
mujahid.alamaya@kotasantri.net |
|
|
mujahid.alamaya |
|
mujahid.alamaya |
|
http://facebook.com/alamaya |
|
ponggawa.ksc@gmail.com |





Kamis, 14 Maret 2013 pukul 10:00 WIB
Penulis : Mujahid Alamaya
Dalam dunia kerja, selalu saja ada problematika yang sering dihadapi. Entah apapun itu, pasti di antara kita pernah mengalami hal yang sama. Tentu setiap orang mempunyai cara pandang dan langkah yang berbeda dalam menyikapi semua itu.
Saya pernah mengalami problematika seputar kepercayaan. Entah apa dasarnya atasan saya bisa percaya begitu saja pada saya. Saat itu, sedikit-sedikit nama saya disebut. Kejadian ini membuat rekan kerja saya iri. Maka muncullah isu tidak sedap seputar saya.
Waktu terus berjalan. Saya merasakan perbedaan sikap dari atasan saya. Entah apa masalahnya. Saya tidak mau ambil pusing. Saya bersikap seperti biasa saja, yang penting bekerja dengan baik sesuai tugas. Hingga pada suatu hari, seorang rekan kerja yang mengetahui masalah ini, menyarankan pada saya agar saya aktif berinteraksi dengan atasan.
Di akhir obrolan, saya menekankan pada rekan kerja, bahwa saya bekerja untuk menjemput rejeki, bukan untuk mencari simpati ataupun mencari muka dari siapapun. Saya berusaha menjalankan tugas saya sebaik mungkin, karena bekerja merupakan ibadah jika kita bersungguh-sungguh dalam menjalaninya, dan tentu sesuai aturan-Nya.
Hikmah dari sikap saya atas kejadian itupun perlahan mulai tersingkap. Sikap dari atasan perlahan memerlihatkan respon positif. Pun dengan kejadian-kejadian positif lainnya yang bisa dikatakan kepercayaan atasan pada saya tidak luntur. Alhamdulillaah...
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.