HR. At-Tirmidzi : "Ya Allah, sesungguhnya aku mohon perlindungan kepada Engkau dari hati yang tidak pernah tunduk, dari do'a yang tidak didengar, dari jiwa (nafsu) yang tidak pernah merasa puas, dan dari ilmu yang tidak bermanfaat."
Alamat Akun
http://hilmybram.kotasantri.com
Bergabung
14 Desember 2009 pukul 23:28 WIB
Domisili
Sleman - DI Yogyakarta
Pekerjaan
Mahasiswa
Tulisan Muhammad Lainnya
Do'a yang Singkat
8 Januari 2013 pukul 12:00 WIB
Semoga Bukan Seremonial
10 Agustus 2012 pukul 15:00 WIB
Ingat Mati
20 Juli 2012 pukul 12:00 WIB
Pentingkah Impian?
2 Juli 2012 pukul 09:45 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Kamis, 28 Februari 2013 pukul 10:00 WIB

Mereka yang Mengikuti Kata Hati

Penulis : Muhammad Hilmy

Dewasa ini, semakin banyak orang yang mencari pekerjaan. Notabene, jumlah pengangguran terdidik alias lulusan S1 pada Februari 2007 sejumlah 409.900 orang, dan mengalami kenaikan pada Februari 2008 menjadi 626.200 orang. Jumlah yang lumayan banyak ya. Nah, sayangnya memang tujuan atau orientasi orang bekerja adalah sekedar cari uang.

Lebih hebatnya lagi, lulusan PTN pada ngarep kerja di Jakarta. Padahal Jakarta sudah semakin sesak dan padat saja oleh para pendatang, alhasil banyak orang stres di Jakarta gara-gara macet, banjir, dan sebagainya.

***

Sebut saja Bara Patirajawane, dia pernah menjadi wartawan, dan bapaknya adalah seorang diplomat. Biasanya, orangtua ingin anaknya minimal sama atau bahkan lebih hebat dari ayahnya. Namun apa yang dilakukan oleh Bara? Apakah dia menjadi diplomat saat ini? Tidak, anda bisa melihatnya setiap sabtu membawakan acara masak-memasak di salah satu televisi swasta. Mengapa dia lebih memilih jadi koki ketimbang diplomat yang jelas-jelas lebih menjanjikan? Jawabannya sederhana, karena dia menyukai dan enjoy!

Cukup banyak kisah orang yang keluar dari zona amannya untuk melakukan sesuatu yang sebenarnya lebih disukainya. Ada dokter gigi yang akhirnya lebih memilih dunia jurnalistik, siapa dia? Tina Talisa, presenter Indosiar yang berlatar belakang dokter gigi malah akhirnya memilih jadi reporter, namun anda bisa lihat bahwa itulah pilihan yang dia nikmati.

***

Sore itu, aku bertemu dengan teman lama. Kami bercerita macam-macam mengenai makna dan hakikat kehidupan. Dia bercerita bahwa dunia pekerjaan memang aman karena memiliki gaji yang safe, namun rasanya terlalu banyak kecurangan yang terjadi, banyak sikut sana-sini, sogok sana-sini. Lucu, itulah kenyataan yang ada.

Pekerjaan banyak diincar orang, maka pantaslah jika ada sikut-sikutan, padahal pekerjaan yang "kurang menjanjikan" seperti fotografer, musisi, pelukis, mungkin lebih menekankan pada hasil kerja yang bagus.�Akhirnya temanku lebih memilih keluar dari pekerjaan yang sekarang dan lebih memilih melanjutkan S2 untuk kemudian menjadi dosen. Itu kata hati dia.

Tidak semua orang mau mendengar kata hatinya, bisa sih bisa, tapi gak mau. Akhirnya ia hidup hanya untuk terkekang dengan pola hidup yang begitu-begitu saja, apalagi bagi yang kerja di ibukota. Bagaimana suara kata hati anda?

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Muhammad Hilmy sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Moh. Iwan Ihyak Ulumuddin | Pelajar
Ingin sekali gabung, sharing ilmu, and so on.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1122 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels