|
HR. Al Hakim : "Menyendiri lebih baik daripada berkawan dengan yang buruk, dan kawan bergaul yang shaleh lebih baik daripada menyendiri. Berbincang-bincang yang baik lebih baik daripada berdiam, dan berdiam adalah lebih baik daripada berbicara (ngobrol) yang buruk."
|





Jum'at, 31 Agustus 2012 pukul 11:15 WIB
Penulis : Muhammad Hilmy
Kesabaran berbanding lurus dengan waktu, artinya kesabaran harus semakin bertambah seiring dengan berjalannya waktu. Pernahkan kita ingin membuktikan sesuatu kepada orang lain, namun kita harus terus bersabar untuk membuktikannya, dan kesabaran ini terkait dengan waktu penantian?
Ketika banyak orang di sekeliling kita yang melihat dan bertanya "Kenapa kamu berbeda dengan orang lain? Orang lain tengah menempuh jalan mencari penghidupan, tapi kenapa kamu tidak?" Mungkin kita hanya bisa diam. Diam, karena memang tak ada jawaban yang bisa keluar. Jadi lebih baik diam, bersabar, berdo'a, dan terus berusaha mewujudkan cita-cita itu.
Tak ada kata tak bisa, walau hati terkadang gelisah, bertanya-tanya bilakah pertolongan Allah akan tiba. Namun bukankah memang hakikat dari do'a adalah berharap terkabul dan cemas jika tak terkabul? Kedua sifat itu adalah manusiawi. Oleh karena itu, pejamkan mata dan yakinlah kepada pertolongan Allah yang Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk kita. Pejamkan mata, dan yakinlah!
Kalau dalam fungsi matematika, keberhasilan bisa ditulis sebagai : f Keberhasilan = (waktu, sabar, do'a, usaha)
Banyak jalan pahit menuju keberhasilan, banyak air mata berderai, banyak do'a terlontar ke 'arsy, cibiran tak terpikir lagi untuk menghitungnya, kesangsian sudah menjadi santapan sehari-hari. Tapi ingat-ingat saja fungsi matematika di atas. Pejamkan mata, dan yakinilah pertolongan Allah!
Selamat mencari karunia di dunia yang luas ini!
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Muhammad Hilmy sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.