QS. Luqman:17 : "Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). "
Alamat Akun
http://jamilazzaini.kotasantri.com
Bergabung
24 Juni 2009 pukul 05:31 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
Trainer
Jamil Azzaini adalah seorang trainer sekaligus Inspirator. Rekan-rekannya menyebut sebagai Inspirator Sukses Mulia. Julukan itu muncul didasari oleh kepiawaiannya mendorong orang untuk selalu meraih kehidupan terbaik: Sukses Mulia. Sukses adalah orang yang memiliki 4-ta (harta, tahta, kata dan cinta) yang tinggi, 4-ta itu diperoleh dengan memperhatikan etika dan agama yang …
http://jamilazzaini.com
http://facebook.com/jamilazzaini
http://twitter.com/jamilazzaini
Tulisan Jamil Lainnya
Jebakan Pujian
21 Desember 2012 pukul 13:00 WIB
Jangan Tertipu Kesan Pertama
19 Desember 2012 pukul 09:00 WIB
Tanya yang Menyiksa
13 Desember 2012 pukul 12:00 WIB
Penghuni Surga
7 Desember 2012 pukul 10:00 WIB
Sebentar Tapi Rutin
1 Desember 2012 pukul 13:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Selasa, 25 Desember 2012 pukul 15:00 WIB

Saya Ternyata Bodoh

Penulis : Jamil Azzaini

Pekan lalu, saya mendapat cerita dari istri saya tentang anak bungsu kami, Izul (9 tahun). Saat sedang belajar, tiba-tiba Izul berkata, “Mama, kok Izul bodoh ya? Kalau bu guru njelasin pelajaran, Izul nggak ngerti-ngerti.” Mendengar cerita itu, langsung air mata saya mengalir di pipi. Saya sangat tahu bagaimana perjuangan anak saya ketika ingin memahami sesuatu, perlu energi dan perlu kesabaran.

Ternyata perasaan bodoh anak saya itu menular. Dua pekan ini, saya merasa bodoh setelah bertemu dua orang luar biasa, Felix Siauw dan Jaya Setiabudi. Dua kali diskusi dengan Felix telah menyadarkan saya, betapa bodohnya saya dalam ilmu agama. Tahun 2006 ia masih belajar dengan saya, tetapi sekarang saya harus benar-benar belajar dan berguru dengan mualaf muda ini.

Saya juga dua kali berdiskusi dengan Jaya Setiabudi, di kantor saya dan di rumahnya yang keren dan nyaman di Bandung. Anak muda ini benar-benar konseptor bisnis yang hebat. Mendengar paparan beliau tentang bisnis, membuat saya merasa sangat bodoh. Ilmu dan pengalaman bisnis yang saya miliki menjadi sangat usang dan tertinggal.

Oh anakku, ternyata kita sama-sama bodoh. Kita harus belajar lebih keras lagi agar tidak tertinggal dengan orang lain. Bapak dengan setia akan menemanimu belajar. Semakin sulit kita belajar, pahala kita insya Allah akan semakin besar. Bersabarlah, wahai anakku, bapak akan selalu ada untukmu jika kau ingin bertanya tentang sesuatu.

Anakku, batu yang keras bila setiap hari ditetesi air, lama-lama akan berlubang. Kita tidak perlu marah dan bersedih atas kebodohan yang menyertai hidup kita. Kita hanya perlu konsisten dan sabar saat belajar. Boleh jadi kebodohan yang ada pada diri kita adalah anugerah dari yang Mahatahu agar kita tidak sombong dan angkuh.

Bapak tahu, anakku, terkadang kau menangis saat sulit memahami sesuatu. Kau tidak sendirian anakku, bapak juga sering menangis setelah bertemu dengan orang-orang yang berilmu. Betapa banyak orang yang memuji bapak, padahal bapak masih amat bodoh dan masih harus terus belajar, anakku.

Ketahuilah, anakku, orang hebat seperti Steve Jobs pun memberi nasihat, “Tetaplah lapar, tetaplah bodoh.” Yang terpenting, kita jangan pernah berhenti belajar dan berhenti berharap, semoga yang Mahatahu mencurahkan ilmu-ilmu bermutu ke dalam pikiran dan hati kita. I love you, anakku. Bapak bangga dengan segala keterbatasanmu.

http://jamilazzaini.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Jamil Azzaini sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Akhmad Muhaimin Azzet | Penulis
Membaca-baca di KotaSantri.com, di samping memetik motivasi dan inspirasi, betapa terasa damai di dada. Sungguh. Beginilah bila akhlak mulia yang dijunjung dan dijaga. Alhamdulillah...
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1438 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels