HR. Al Hakim : "Menyendiri lebih baik daripada berkawan dengan yang buruk, dan kawan bergaul yang shaleh lebih baik daripada menyendiri. Berbincang-bincang yang baik lebih baik daripada berdiam, dan berdiam adalah lebih baik daripada berbicara (ngobrol) yang buruk."
Alamat Akun
http://jamilazzaini.kotasantri.com
Bergabung
24 Juni 2009 pukul 05:31 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
Trainer
Jamil Azzaini adalah seorang trainer sekaligus Inspirator. Rekan-rekannya menyebut sebagai Inspirator Sukses Mulia. Julukan itu muncul didasari oleh kepiawaiannya mendorong orang untuk selalu meraih kehidupan terbaik: Sukses Mulia. Sukses adalah orang yang memiliki 4-ta (harta, tahta, kata dan cinta) yang tinggi, 4-ta itu diperoleh dengan memperhatikan etika dan agama yang …
http://jamilazzaini.com
http://facebook.com/jamilazzaini
http://twitter.com/jamilazzaini
Tulisan Jamil Lainnya
Jangan Tertipu Kesan Pertama
19 Desember 2012 pukul 09:00 WIB
Tanya yang Menyiksa
13 Desember 2012 pukul 12:00 WIB
Penghuni Surga
7 Desember 2012 pukul 10:00 WIB
Sebentar Tapi Rutin
1 Desember 2012 pukul 13:00 WIB
Sudahkan Anda Ikhlas?
30 November 2012 pukul 12:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Percik

Jum'at, 21 Desember 2012 pukul 13:00 WIB

Jebakan Pujian

Penulis : Jamil Azzaini

Sangat manusiawi bila seseorang senang dengan pujian. Tapi waspadalah, pujian itu bisa melenakan. Selain itu, pujian juga bisa membuat seseorang enggan belajar, karena sudah merasa lebih hebat dibandingkan orang lain. Bahkan seseorang yang sudah gila pujian, hidupnya akan terasa hampa dan tak bahagia saat pujian tak lagi menghampirinya.

Banyak orang yang ingin berpikir positif dan memotivasi orang lain dengan cara memberikan pujian. Celakanya, terkadang pujiannya melebihi keadaan yang sesungguhnya. Orang yang menerima pujian akhirnya merasa hebat, padahal faktanya tidak.

Hai orang-orang yang hobinya memuji, ketahuilah kau memang akan tampak sebagai orang yang baik dan positif, tapi kebaikanmu sebenarnya semu dan menipu. Mengapa? Karena dia yang memuji kadang menyampaikan sesuatu yang tidak dimiliki oleh orang yang dipuji. Sehingga, orang yang dipuji akan mudah lalai. Dalam jangka panjang, orang yang dipuji berlebihan akan menjadi “orang yang tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu”.

Apakah tidak boleh memuji? Tentu boleh, tapi tak perlu berlebihan. Tak perlu menyampaikan sesuatu yang sesungguhnya tidak ada dalam diri orang yang dipuji. Berpikir dan lakukanlah hal yang positif pada tempatnya. Jangan sampai Anda menjerumuskan dan menyesatkan banyak orang dengan pujian Anda.

Bagi orang-orang yang dipuji, waspadalah. Luruskan niat Anda saat berbuat. Teruslah fokus pada hal-hal yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan. Selalu berupaya agar apapun yang kita lakukan memberi manfaat kepada siapapun yang terlibat dan menjadi bekal menuju kampung akhirat. Pujian itu hanya bumbu, bukan tujuan.

Memberikan pujian dan menerima pujian bisa menjadi jebakan yang menyesatkan. Karenanya, berhati-hatilah bila bertemu dengan orang yang sangat gampang memuji. Namun, bila datangnya pujian tak bisa Anda hindari, jangan mudah bangga dengan pujian itu. Boleh jadi, mereka memuji karena mereka tidak tahu sisi gelap dan aib-aib yang pernah Anda perbuat.

http://jamilazzaini.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Jamil Azzaini sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Elsye Ivanne | Swasta
Semoga dengann bergabung di KotaSantri.com banyak manfaat yang saya dapatkan n dapat bertukar fikian dengan akhi n ukhti. Mohon bimbingannnya karena dalam waktu dekat saya harus mengakhiri masa lajang dan berdampingan dengann seorang aktivis dakwah.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1388 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels