|
HR. At-Tirmidzi : "Pena (takdir) telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering, apa yang luput darimu tidak akan menimpamu, dan apa yang menimpamu tidak akan luput darimu. Ketahuilah bahwa kemenangan itu bersama kesabaran, kelapangan bersama kesempitan, dan bahwa bersama kesulitan ada kemudahan."
|
|
|
http://jamilazzaini.com |
|
http://facebook.com/jamilazzaini |
|
http://twitter.com/jamilazzaini |





Rabu, 19 Desember 2012 pukul 09:00 WIB
Penulis : Jamil Azzaini
Sering saya mendengar saran, “Perbaikilah penampilan Anda, karena kesan pertama begitu menggoda.” Bagi saya, penampilan itu harus selalu menarik kapanpun dan di manapun, tidak hanya saat pertama jumpa. Sungguh merugi bila kesan pertama begitu menggoda, tetapi setelah itu Anda ternoda.
Peduli hanya pada kesan pertama biasanya dilakukan oleh para penipu. Penampilannya hanya dijadikan perangkap agar orang lain yakin dengan dirinya. Saya punya pengalaman dalam hal ini. Saat saya mengisi seminar di suatu daerah, seorang panitia penyelenggara menjemput saya di bandara.
Sepanjang perjalanan, ia bercerita tentang mobil mewahnya. Ia juga bercerita tentang bisnis-bisnisnya yang semakin menggurita. Bicaranya sangat meyakinkan. Saya pun “jatuh hati” dengan orang ini. Tapi ternyata, beberapa bulan kemudian orang itu menipu saya. Saya mendengar kabar, ternyata mobil mewahnya juga akhirnya disita.
Janganlah demi kesan pertama, Anda rela berhutang ke berbagai pihak. Percayalah, hal itu akan menyiksa hidup Anda. Di kehidupan nyata, orang akan hormat kepada Anda justru bila Anda terlihat biasa saja saat jumpa pertama, namun sebenarnya Anda luar biasa. Sebaliknya, orang akan menjauh dari Anda, bila ternyata Anda hanya indah di kesan pertama, namun buruk di kesan-kesan selanjutnya.
Saya pernah berkenalan dengan orang yang berpenampilan sederhana. Busana dan aksesoris yang melekat di tubuhnya bukanlah brand ternama. Bicaranya tentang ide dan gagasan, bukan tentang harta dan kekayaan. Tetapi setelah mengenal jauh orang ini, ternyata investasinya di mana-mana. Sedekahnya ratusan juta rupiah setiap bulannya. Orang ini benar-benar membuat saya iri setengah mati.
Oleh karena itu, jangan tergoda dengan kesan pertama. Jangan tertipu dengan penampilan, nama besar, dan popularitas lawan bicara Anda. Tergodalah dengan orang yang konsisten dan orang yang semakin hari hidupnya semakin berkualitas. Dalam pergaulan dengan sesama, kesan selanjutnya jauh lebih penting dibandingkan kesan pertama. Setuju?
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Jamil Azzaini sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.