QS. Luqman:17 : "Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). "
Alamat Akun
http://alamaya.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
PNS (Pegawai Non Struktural)
Berkacamata, itulah aku. Orang lebih mengenalku dengan nama asliku, Dudung Kurnia Sundana, sebuah nama khas Sunda pemberian dari kakek dan bapak. Sedangkan Mujahid Alamaya adalah cybername-ku sebagai Ponggawa KotaSantri.com (KSC). Pria berperawakan kutilang alias kurus, tinggi, langsing (Itu sih kata orang) mempunyai hal yang unik, temenku bilang aku ini "Baby …
http://dekaes.com
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya
mujahid.alamaya
http://facebook.com/alamaya
ponggawa.ksc@gmail.com
Tulisan Mujahid Lainnya
Mengutamakan yang Halal
21 September 2012 pukul 10:00 WIB
Bapak
20 September 2012 pukul 10:45 WIB
Pahami Dirinya
15 September 2012 pukul 08:00 WIB
Tertipu oleh Penampilan
9 September 2012 pukul 08:30 WIB
Tradisi Sunat Menyunat
3 September 2012 pukul 09:30 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Kamis, 27 September 2012 pukul 10:00 WIB

Bukankah itu Haram?

Penulis : Mujahid Alamaya

Suatu hari, saya berdiskusi dengan salah seorang rekan mengenai kebobrokan sistem absensi di instansi tempatnya "mengabdi". Kebobrokan tersebut sudah berlangsung lama, sejak Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) diberlakukan. Jika absensi bagus, maka TKD yang diterima bisa mencapai seratus persen dan jumlahnya cukup besar. Namun jika absensi jelek, maka TKD yang diterima hanya beberapa persen saja.

Melihat banyaknya "abdi negara" yang datang dan pulang sesuka hati, dapat dipastikan bahwa absensi mereka jelek dan otomatis TKD yang diterima hanya sedikit. Namun apa yang terjadi? Pihak kepegawaian dengan entengnya memanipulasi data absensi seluruh "abdi negara" di instansi tersebut. Setiap tanggal tertentu, saya sering melihat proses manipulasi absensi tersebut, karena dilakukan di tempat terbuka.

Saat berdiskusi itu, saya menanyakan pendapat rekan saya tersebut dalam menyikapi kebobrokan absensi. Ia mengatakan bahwa pada dasarnya hal tersebut merupakan perbuatan yang salah, tapi ia tidak bisa berbuat banyak, karena "sistemlah" yang telah membuatnya demikian. Ia juga berusaha untuk selalu datang tepat waktu, bahkan lebih awal. Namun ia juga mengakui, sesekali pernah mengalami keterlambatan.

Ketika saya katakan, "Bukankah itu haram?" Ia tidak menampiknya. Tapi sekali lagi ia menegaskan, bahwa ia tidak bisa berbuat banyak, apalagi ia masih tergolong sebagai junior. Diskusipun berakhir, karena saya tidak mau memperpanjang topik ini. Cukuplah ini menjadi pelajaran bagi saya. Bagaimanapun teguhnya seseorang supaya terhindar dari yang haram, bisa sirna karena berada dalam lingkungan yang bobrok.

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang dagingnya tumbuh dari yang haram, maka neraka lebih pantas baginya.” (HR. At-Tirmidzi).

http://dekaes.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Syahroni | Swasta
Subhanallah, KSC sangat bermanfaat bagi seorang hamba yang ingin menjalin silaturahim guna mencari keberkahan hidup. Saya juga berharap kiranya media ini bisa membantu saya dalam mengelola panti pendidikan anak-anak yatim.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1102 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels