Ibn. Athaillah : "Di antara tanda keberhasilan pada akhir perjuangan adalah berserah diri kepada Allah sejak permulaan "
Alamat Akun
http://alamaya.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
PNS (Pegawai Non Struktural)
Berkacamata, itulah aku. Orang lebih mengenalku dengan nama asliku, Dudung Kurnia Sundana, sebuah nama khas Sunda pemberian dari kakek dan bapak. Sedangkan Mujahid Alamaya adalah cybername-ku sebagai Ponggawa KotaSantri.com (KSC). Pria berperawakan kutilang alias kurus, tinggi, langsing (Itu sih kata orang) mempunyai hal yang unik, temenku bilang aku ini "Baby …
http://dekaes.com
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya
mujahid.alamaya
http://facebook.com/alamaya
ponggawa.ksc@gmail.com
Tulisan Mujahid Lainnya
Tertipu oleh Penampilan
9 September 2012 pukul 08:30 WIB
Tradisi Sunat Menyunat
3 September 2012 pukul 09:30 WIB
Surat Keterangan Kesehatan
28 Agustus 2012 pukul 10:00 WIB
Shalat Id tak Harus Blokir Jalan
22 Agustus 2012 pukul 09:15 WIB
Buka Puasa Bersama
16 Agustus 2012 pukul 09:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Sabtu, 15 September 2012 pukul 08:00 WIB

Pahami Dirinya

Penulis : Mujahid Alamaya

"Brengsek si Bapak Gagu," gerutu salah seorang tetangga kost yang hendak pindah. Entah apa yang terjadi dengan pemilik kost yang dijuluki Bapak Gagu tersebut. Ia memang tidak bisa berbicara, hanya teriakan saja yang terdengar dan disertai dengan gerakan tangan sebagai bahasa isyarat agar yang berbicara dengannya bisa segera paham.

Di lain waktu. "Gua gak tahu. Awas mau lewat," ucap salah seorang tetangga kost yang sudah ibu-ibu. Entah perkara apa lagi. Sepertinya pemilik kost bertanya sesuatu, namun karena kesal dan tidak mau ribet, maka tetangga kost tersebut bersikap seperti itu dan melengos pergi begitu saja, tanpa mempedulikan apa yang dirasakan pemilik kost.

Kadang saya suka merasa kasihan jika pemilik kost mendapat perlakuan seperti itu. Maka saya berusaha semaksimal mungkin untuk mencoba memahami apa yang sebenarnya dikatakan ketika berbicara dengan pemilik kost, walaupun sebenarnya tidak mengerti dan butuh waktu lama untuk memahami perkataannya dalam bahasa isyarat.

Ia, pemilik kost tersebut, sama-sama makhluk ciptaan Allah SWT yang harus dihargai dan dihormati. Coba bayangkan seandainya kita berada dalam posisi seperti pemilik kost tersebut, berkenankah kita jika tidak dihargai dan tidak dihormati? Pahami dirinya, agar kita dapat merasakan apa yang ia rasakan walaupun kita tidak sepenuhnya mengerti.

http://dekaes.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Aw Windarti | Guru
Allahu Akbar!!! KSC itu media penyejuk jiwa-jiwa yang gersang.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1227 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels