HR. Muslim : "Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada sosokmu dan hartamu, tetapi Dia akan melihat kepada hatimu dan amalanmu."
Alamat Akun
http://radinal.kotasantri.com
Bergabung
31 Oktober 2009 pukul 05:48 WIB
Domisili
Medan - Sumatera Utara
Pekerjaan
Mahasiswa
Tulisan Radinal Lainnya
Buku dan Makanan
14 April 2012 pukul 09:00 WIB
Berdamai dengan Musibah
22 Agustus 2011 pukul 10:45 WIB
Sebuah Nilai
22 Juli 2011 pukul 10:00 WIB
Belajar dari Sang 'Singa Podium'
20 Juli 2011 pukul 09:20 WIB
Belajar Tentang "RINDU" Saat Pesawat DELAY
15 Juni 2011 pukul 10:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Kamis, 5 Juli 2012 pukul 09:15 WIB

Memusuhi Diri Sendiri

Penulis : Radinal Mukhtar Harahap

Anda sedang tidak salah ketika membaca judul ini. Ya, kita harus memusuhi diri kita sendiri jika memang hal itu yang diperlukan. Bahkan Imam al-Ghazali terang-terangan mengatakan bahwa musuh kita sebenarnya adalah diri kita sendiri.

Berikut akan saya jelaskan dengan sebuah pengalaman menarik.

Ini pengalaman saya ketika diamanahkan pesantren untuk menjadi penguji ujian lisan beberapa santri. Sudah menjadi sunnah pesantren, bahwa sebelum melakukan ujian tulis, santri harus mempersiapkan dirinya menghadapi ujian lisan sebagaimana interview di beberapa perusahaan. Gunanya, agar para santri benar-benar siap menghadapi ujian tulis. Selain itu, guru pun dapat mengetahui sejauh mana persiapan santri itu sendiri. Perpaduan santri yang siap untuk ujian dan guru yang mengetahui kadar kemampuan santri, menjadikan ujian di pesantren tampak lebih semarak dengan berbagai bentuk dan model belajar.

"Kamu menjadi penguji bahasa Inggris."

Glek... saya terdiam sejenak. Saya tanyakan sekali lagi apa yang baru saya dengar dan ternyata memang berbunyi demikian. "Saya menjadi penguji bahasa Inggris."

Sejak dulu, saya memang agak takut untuk mencoba ber-casciscus dengan bahasa Inggris. Pertama, andai boleh memilih antara bahasa Arab dan Inggris, saya lebih suka untuk menggunakan bahasa Arab sebagai alat komunikasi. Bukan karena bahasa Arab identik dengan negara-negara timur tengah tempat asal muasal peradaban Islam dan bahasa Inggris erat kaitannya dengan negara barat. Bukan itu alasannya! Saya hanya merasa nyaman saja ketika berbahasa Arab dan agak khawatir salah ketika menggunakan bahasa Inggris.

Kedua, karena saya memang lebih nyaman berbahasa Arab ketimbang inggris, dampaknya pemahaman saya akan bahasa Inggris rasanya sangat-sangat kurang. Hal ini berakibat pada kepercayaan diri. Apakah perkataan saya akan dipahami dengan jelas atau tidak. Semakin saya mengingat hal itu, semakin menurun rasa percaya diri saya untuk menggunakannya. Walhasil, kemampuan pun semakin berkurang.

Dus, semakin saya mencari penyebab rasa minder berbahasa Inggris, semakin saya ketakutan untuk menggunakannya. Hal ini layaknya kebiasaan seorang anak kecil. Semakin sering ia menggambarkan keseraman hantu tersebut, semakin ia akan menjadi penakut untuk berdiam diri di rumah sendirian atau ketika suasana gelap gulita. Berbeda jika ia tidak punya gambaran seram plus menakutkan, pisau yang tajam pun akan dianggap mainan.

Ketahuilah! Ketakutan itu melemahkan kekuatan. Bila ketakutan menguasai seseorang, ia akan merasa lemah dan tidak memiliki kekuatan apapun. Berbeda dengan seseorang yang memiliki kekuatan, meskipun besar resiko yang akan iaterima, akan ia hadapi sekuat tenaga. Kalahkan ketakutanmu dengan kekuatan. Rasakanlah bahwa kekuatanmu akan bertambah kuat dengan mengenyampingkan ketakutan.

Saya tenangkan diri sejenak dengan relaksasi. Saya buang semua ketakutan dengan memunculkan kekuatan-kekuatan diri saya. Saya bayangkan ketika dulu, untuk berbicara bahasa Arab pun saya tidak bisa. Lalu kenapa saat ini saya pede? Saya munculkan momen-momen itu untuk kemudian saya ganti pembicaraan bahasa Arab dengan bahasa Inggris. Saya perkuat gambaran saya pada santri-santri yang mau mendengar ucapan Inggris yang saya ucapkan. Semakin kuat gambaran itu, semakin muncul kekuatan saya untuk berbicara. Aha… berhasil!

Meskipun saya sadar bahwa diri ini masih butuh belajar banyak untuk memperlancar penggunaan bahasa Inggris, satu pelajaran penting dapat saya petik, "Kita begitu sering takut pada hal-hal yang masih berada di alam pikiran. Ketakutan itu tampak begitu besar sehingga menjadikan diri kita kecil. Sejatinya, kitalah yang besar dan apa yang kita pikirkan hanyalah bagian kecil dari diri kita sebenarnya. Musuhilah diri yang selalu memikirkan hal-hal yang membuat kita tertinggal, terbelakang, apalagi terjerumus dalam keburukan."

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Radinal Mukhtar Harahap sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Azman Ridho Zain | Santri
Salut dengan keberadaan website ini. Semoga bisa lebih meningkatkan ukhuwah Islamiyah antar sesama santri dan komunitas pesantren se-Indonesia.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1082 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels