Umar bin Abdul Aziz : "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika engkau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
Alamat Akun
http://radinal.kotasantri.com
Bergabung
31 Oktober 2009 pukul 05:48 WIB
Domisili
Medan - Sumatera Utara
Pekerjaan
Mahasiswa
Tulisan Radinal Lainnya
Belajar dari Sang 'Singa Podium'
20 Juli 2011 pukul 09:20 WIB
Belajar Tentang "RINDU" Saat Pesawat DELAY
15 Juni 2011 pukul 10:00 WIB
Berawal dari Membaca
18 Mei 2011 pukul 12:30 WIB
Pelangi
Pelangi » Percik

Jum'at, 22 Juli 2011 pukul 10:00 WIB

Sebuah Nilai

Penulis : Radinal Mukhtar Harahap

Catatan ini 'hanya' sekedar catatan harian. Catatan yang terinspirasi dari apa yang telah saya alami satu hari ini. Saya tidak sadar bahwa selalu ada kaitan dari satu kejadian pada kejadian lainnya. Namun, ketika saya merenungkan, dan berusaha untuk mengeluarkan apa yang saya pikirkan tentang keterkaitan tersebut, ada suatu hal yang bisa dipelajari. Mengutip apa yang sering dikatakan para ahli bijak, "Segala sesuatu itu pasti ada hikmahnya!"

Tengah hari, saya mendapatkan sebuah cerita menarik dari seorang sahabat yang memosting ulang apa yang ia dapatkan di situs Andri Wongso. Sebuah cerita tentang minuman kaleng yang berbeda harga hanya karena tempat penjualannya. Sekelompok minuman kaleng pertama, dijual di sebuah mini market seharga Rp. 5.000. Sekelompok minuman kedua, dijual di sebuah pusat perbelanjaan mewah dan harganya berubah menjadi Rp. 7.500. Sedangkan kelompok terakhir dijual di hotel berbintang. Harganya menjadi Rp. 40.000.

Kesimpulan yang dapat diambil dari cerita tersebut, oleh teman saya, adalah orang yang sama, bakat yang sama, kemampuan yang sama, plus lingkungan yang berbeda = NILAI YANG BERBEDA! Secara sederhana dapat dikatakan bahwa lingkungan sangat berpengaruh pada nilai seseorang. Seorang yang tidak terlalu kaya, ketika berada di antara orang-orang miskin, ia akan menjadi orang kaya. Namun ketika berada di tengah-tengah orang yang kaya, ia akan menjadi orang miskin!

Apa yang saya dapatkan tengah hari itu, saya dengarkan sendiri ketika malam ini, sebelum menuliskan catatan ini, mendengarkan kabar seorang teman yang tiba-tiba saja menjadi master of english di sekolahnya setelah ia memutuskan untuk keluar dari sekolah yang memang menerapkan bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari ketika bergaul. Secara kasar kita dapat mengatakan bahwa siswa SD yang berasal dari Inggris, dapat berbicara lebih lancar ketimbang lulusan universitas sekalipun yang berada di Indonesia. Lingkungan di Inggris telah melatih ia untuk selalu berbahasa Inggris. Sedangkan universitas belum terlalu memerhatikan.

Jika yang menjadi patokan adalah lingkungan, maka kita akan selalu berusaha untuk menempati lingkungan yang tepat. Di situs AndaLuarBiasa.Com saya pernah menuliskan bahwa lingkungan tidak harus menjadi patokan kita untuk mempunyai nilai tambah dalam diri. Adagium the right man in the right place selayaknya kita ganti dengan adagium i am the right man where ever and when ever. Sayalah orang yang tepat untuk setiap kondisi dan waktu, karena sayalah yang berpengaruh pada lingkungan, bukan lingkungan yang memengaruhi saya.

***

Lain waktu, sekitar pukul 19.00, saya ber-SMS ria dengan seorang teman yang mengeluhkan tentang dunia perkuliahannya. Ia tidak begitu menikmati apa yang ia lakukan saat-saat kuliah. Kenapa hanya begitu-begitu saja? Apakah memang demikian yang dinamakan kuliah?

Rupa-rupanya, teman saya tersebut kuliah di sebuah kampus yang mempelajari apa yang telah dipelajarinya sebelum tercatat sebagai mahasiswa di kampus tersebut. Walhasil, ia bertanya begitu karena ia hanya merasa mengulanginya saja. Ia membutuhkan tantangan lain selain mengulang pelajaran tersebut!

Di tengah-tengah kegiatan ber-SMS ria tersebut, dua orang teman FB saya menuliskan status menarik;

Banyak teman saya berspekulasi, 'Buat saya INDEKS PRESTASI itu tidak penting.' Mengapa? Saya teramat tidak bersependapat, 'Bagi saya INDEKS PRESTASI itu adalah barometer pemahaman kita saat kuliah, jadi amatlah penting.' (Teman Pertama)

Kalau nilai nggak penting,bagaimana aq bs mnjdi orang yg diakui,haxa yg slalu dpt nilai trbaik yg akan mnjdi perhatian. (Teman Kedua)

***

Apa yang mengikat semua yang saya tulis di atas?

Nilai lebih. Untuk menjadi orang yang diakui, kita harus memiliki nilai lebih. Tak menyoal apakah itu dipengaruhi oleh sebuah lingkungan atau dipengaruhi oleh kelebihan diri kita sendiri. Jika anda ingin dilihat, maka bertekadlah untuk mempunyai nilai lebih dibanding lainnya!

Dahulu, saya mempunyai seorang teman yang sangat menginginkan untuk menjadi seorang Qori'. Ia terobsesi untuk ikut serta dalam Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat nasional yang selalu diadakan di beberapa provinsi se-Indonesia. Keinginan tersebut ia wujudkan dengan mengikuti perkumpulan Qori'. Namun ternyata, ia tidak memiliki nafas yang panjang apalagi suara yang bagus. Nafasnya pendek, suaranya tidak menarik. Namun ternyata, ketika beberapa tahun setelah mengetahui ia berkumpul dengan para Qori', semua orang mengenalnya bahkan salut padanya.

Mengapa bisa demikian?

Ia bertutur, "Saya sadar saya bukanlah seorang yang mempunyai nilai lebih dalam suara dan juga nafas. Namun, ada banyak hal yang bisa menjadikan kita mempunyai nilai lebih dalam segala hal. Saya memilih untuk mengkaji lebih dalam tafsir-tafsir al-Qur'an hingga saya pun, sama seperti mereka, ikut dalam MTQ. Namun bukan sebagai peserta tilawah, tetapi peserta syarhil qur'an (penjelas makna al-Qur'an) dan juga fahmil qur'an (pemahaman makna al-Qur'an). Kuncinya hanya mempunyai nilai lebih saja!"

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Radinal Mukhtar Harahap sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

zaenudin | tutor
Memang Hebattt, bisa nambah ilmu juga sahabat.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1059 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels