Umar bin Khattab : "Kebajikan yang ringan adalah menunjukkan muka berseri-seri dan mengucapkan kata-kata yang lemah lembut."
Alamat Akun
http://hilmybram.kotasantri.com
Bergabung
14 Desember 2009 pukul 23:28 WIB
Domisili
Sleman - DI Yogyakarta
Pekerjaan
Mahasiswa
Tulisan Muhammad Lainnya
Tinggalkan Bisnis Demi Allah
10 Juni 2012 pukul 09:00 WIB
Kekuatan Konsistensi
8 Juni 2012 pukul 12:00 WIB
Ini Bapakku, Bapakmu Apa?
4 Juni 2012 pukul 12:00 WIB
Bukumu adalah Kartu Namamu
27 Mei 2012 pukul 08:00 WIB
Ujian Kebesaran
19 Mei 2012 pukul 09:30 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Rabu, 20 Juni 2012 pukul 10:00 WIB

Racun Social Network Kehidupan

Penulis : Muhammad Hilmy

Aku tanya, zaman ini siapa yang tidak punya akun jejaring sosial sejenis Twitter, Facebook, Plurk, dan sebagainya? Hampir semua orang punya, agar mereka dianggap eksis dalam percaturan dunia maya.

Namun, sadarkah bahwa keeksisan di dunia maya tersebut telah mengalahkan eksistensi pada dunia nyata yang jauh lebih real? Aku mendapat protes karena tak pernah membalas mention orang di Twitter, tak pernah membalas komentar di Facebook, padahal hampir setiap hari saya berhubungan dengan pihak-pihak tersebut. Is our conversation is not enough? Apa harus semua jejaring komunikasi dan sosial saya mention dan reply? Itulah yang aku maksud dengan "racun" dalam jejaring sosial.

Dan yang lebih menyebalkan lagi adalah, kala anda komentar dalam Twitter/Facebook, maka komentar yang seharusnya berhenti di dunia maya malah berlanjut ke dunia nyata bahkan bisa tambah runyam, dan aku pribadi membenci itu. Oleh karena itu, aku juga terkadang komentar di Plurk yang mana di sana tak ada seorangpun teman-teman yang kukenal secara pribadi, maka aku bebas komentar macam-macam di sana.

Aku pun berterus terang bahwa aku bukan termasuk tipe orang yang terlalu bingung jika sehari-dua hari tak berhubungan dengan hape. It is really fine for me, I have a live, a nice live, and i am happy with it. Lalu kenapa harus terlalu berafiliasi dengan jejaring sosial?

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Muhammad Hilmy sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Widia | guru
Semailah hikmah dengan berpikir, tumbuhkan hikmah dengan menulis, dan petiklah hikmah dengan membaca. Semuanya bisa dilakukan di KotaSantri.com. Tampilannya keren, biru menyejukkan. I like it! Tulisannya sederhana, indah, dan sarat makna. Bisa nulis dan bisa baca juga. Semoga selalu memberikan manfaat bagi pengunjungnya.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0960 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels