|
Sirah Umar, Ibnu Abdil Hakam : "Aku akan duduk di sebuah tempat yang tak kuberikan sedikit pun tempat untuk syaitan."
|





Ahad, 27 Mei 2012 pukul 08:00 WIB
Penulis : Muhammad Hilmy
Saya pernah diberi tahu oleh penulis buku Life Sign, Andre Raditya, bahwa buku adalah kartu nama yang paling ampuh di muka bumi. Misal anda ketemu dengan seorang relasi bisnis, ketika relasi tersebut bertanya siapa anda, cukup anda katakan, "Silakan lihat buku saya yang judulnya..." Dari situ orang akan mengenal anda, mengetahui pola pikir anda, dan mengetahui bidang apa yang anda geluti.
Terkait menulis buku, dulu saya sempat buat target bahwa di tahun 2010 saya akan menerbitkan sebuah buku tentang profil Umar bin Khattab. Sudah cukup banyak yang saya tulis, ada kali sekitar 50 halaman. Pun saya sudah ke perpustakaan untuk mencari referensi yang cukup memadai. Namun apa yang membuat saya urung menerbitkannya? Saya bertanya kepada diri sendiri, "Apa istimewanya buku saya? Hanya menyadur dari satu sumber ke sumber lain?" Karena tak ada keistimewaan tersebut, akhirnya saya mandeg nulis alias terjadi demotivasi.
Di bulan Agustus 2011, saya terinspirasi melihat orang atau perusahaan yang menerbitkan e-book. Dalam e-book tersebut tak perlu ditulis lengkap-lengkap, cukup per topik saja. Paling tebal e-book itu sekitar 20-50 halaman. Jadi memang e-book jauh lebih ringan untuk dikerjakan. Dari situlah saya terinspirasi untuk membuat e-book yang berhubungan dengan bidang yang saya geluti, peternakan. Kebanyakan buku peternakan itu bercerita teknisnya, tapi belum ada yang menyentuh sisi "Kenapa saya harus beternak? Apa asyiknya?".
Balik lagi ke topik menulis buku, kalau anda buka-buka blog, coba deh cari tulisan yang topiknya sama dan kumpulkan ke dalam satu file. Itupun sudah bisa menjadi sebuah buku. Kalau anda menggunakan blog untuk bercerita, maka anda bisa bukukan seperti bukunya Raditya Dika. Kalau anda menulis untuk tips bisnis, bukukan saja. Apapun temanya, kalau anda niat untuk membukukan, pasti jadi buku. Boleh format e-book ataupun buku cetak, yang penting dalam hidup anda punya karya.
Rasanya benar juga, siapa yang mau dikenal sepanjang masa, tulislah buku. Bukankah Ibnu Sina sudah meninggal berabad lalu? Tapi karyanya "Canon of Medicine" tetap menjadi pegangan di dunia kedokteran. Namanya tetap dikenal. Tak salah, buku adalah kartu nama terbaik di muka bumi.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Muhammad Hilmy sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.