HR. At-Tirmidzi : "Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu. Maka barangsiapa mengambil warisan tersebut, ia telah mengambil bagian yang banyak."
Alamat Akun
http://hilmybram.kotasantri.com
Bergabung
14 Desember 2009 pukul 23:28 WIB
Domisili
Sleman - DI Yogyakarta
Pekerjaan
Mahasiswa
Tulisan Muhammad Lainnya
PNS Oh PNS
19 April 2012 pukul 09:30 WIB
Istighfar dan Rezeki
17 April 2012 pukul 11:15 WIB
Pertemuanku dengan Pak Habibie
12 April 2012 pukul 12:00 WIB
Menghadap-Nya dengan Indah
7 April 2012 pukul 08:30 WIB
Jembatan Penolong
28 Maret 2012 pukul 11:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Jum'at, 27 April 2012 pukul 00:00 WIB

Kisah Spiritual Company

Penulis : Muhammad Hilmy

Selasa kemarin, sambil menawarkan dagangan saya ke Waroeng Grup, sebuah grup yang membawahi Waroeng Steak, Bebaqaran, dan Feskul di Jogja, sebuah brand kuliner yang sangat melekat bagi orang Jogja, saya berbincang dengan karyawan senior di Waroeng Grup (WG) tersebut. Hasil pembicaraan tersebut membuat saya merinding dan berdecak kagum. Dalam hati saya berkata, “Ternyata model bisnis sehebat ini benar-benar ada ya.” Subhanallah.

Karyawan tersebut, namanya Pak Soleh, berkisah mengenai kegiatan sehari-hari karyawan WG. Setiap Senin - Kamis usai shalat dzuhur, mereka diwajibkan mengikuti pengajian di masjidnya WG. Kemudian pada Sabtu, mereka wajib masuk ke kantor untuk mengikuti khataman Al-Qur'an di masjidnya WG. Khataman dimulai dari jam 8 pagi hingga 11 siang, dilanjutkan dengan shalat dzuhur berjama'ah, setelah itu semua karyawan pulang. Dan kegiatan pada Sabtu tersebut terhitung masuk kerja. “Pada Sabtu,” ucap pak Soleh, “Kita tidak urus kerja, hanya khataman Al-Qur'an. Sabtu serasa seperti hari libur.” Untuk penerimaan karyawan, ada satu syarat yang wajib dipenuhi, yakni bisa membaca Al-Qur'an minimal iqra. Subhanallah.

Siapa pemilik WG ini? Orangnya memang sangat jarang muncul di depan publik untuk mengisi seminar. Hingga saat shalat Jum'at beberapa bulan lalu, saya ikut khutbah Jum'at Ustadz Yusuf Mansur yang sedang isi di Yogyakarta. Ketika shalat Jum'at berakhir, Ustadz Yusuf memperkenalkan pemiliknya WG, yaitu pak Jody, dan itu baru pertama kali saya melihatnya.

“Laba dari 4 outlet WG,” kata pak Soleh, “Semua disedekahkan untuk rumah tahfidz penghafal Al-Qur'an, mas.” Saya kemudian mengingat ada berapa outlet di Jogja, seingat saya sih ada sekitar 6-7 outlet. Sekali lagi saya kagum dengan model bisnisnya WG. Menurut perhitungan kasar, WG setiap bulannya menyedekahkan Rp. 100 juta ke rumah tahfidz ataupun kegiatan keagamaan dan sosial lainnya. Hebatnya lagi, WG tidak hanya di Jogja, tapi ada di Semarang, Solo, Jogja, Bandung, Malang, Palembang, dan kota-kota besar lainnya. Jadi dapat dibayangkan berapa tiap bulan WG dan pak Jody ini bersedekah. Di sisi lain saya membayangkan berapa penghasilan pak Jody setiap bulannya, mungkin harta bukan masalah lagi untuknya. Ia tak lagi berpikir “malam ini mau makan apa”, tapi berpikir “malam ini mau kasih makan siapa”.

Ketika saya bertanya apakah outlet WG di-franchise-kan, pak Soleh menjawab bahwa outlet WG tidak di-franchise. Namun, Pak Jody mempunyai kebijakan yang unik. Ia tidak menjual outlet WG ke orang luar, tapi jika ada karyawannya mau membuka outlet WG, maka pak Jody akan mengajak si karyawan patungan. Secara tidak langsung, pak Jody telah mengajarkan karyawannya untuk berpindah ke kuadran pengusaha. Sekali lagi, saya kagum dengan kebijakan pemilik WG ini.

Belum habis kekaguman saya dengan model bisnis WG, pak Soleh bertutur, “Di tahun 2012 ini, ada sekitar 3-5 orang yang berangkat haji. Setiap tahun. Karyawan yang sudah lama bekerja, diberangkatkan umroh.” Ya, sekali lagi saya berdecak kagum, saya tidak membayangkan berapa keuntungan WG hingga tiap bulannya bisa berangkatkan umroh bahkan haji. Pastilah keuntungannya dari seluruh outlet WG se-Indonesia mencapai setengah hingga 1 milyar, hingga akhirnya WG mampu memberikan kemanfaatan dan kesejahteraan maksimal untuk semua orang.

Pertemuan saya dengan pak Soleh selesai, namun sore itu saya membawa pulang pelajaran berharga mengenai role model bisnis. Grup bisnis maupun perusahaan yang seperti ini disebut “Spiritual Company”, karena di setiap sisi bisnisnya mereka tidak lupa dengan Allah SWT yang memberikan semua kelimpahan tersebut. Terus terang, saya iri dengan pak Jody. Semoga ini bukan iri yang dilarang, karena saya sungguh iri ingin membuat grup bisnis yang tidak hanya mensejahterakan karyawan dan masyarakat, tapi juga membuat mereka dekat dengan agama Allah.

Semoga saya dan kita semua yang saat ini sedang berbisnis, bisa menerapkan seperti yang dilakukan pak Jody, syukur Alhamdulillah jika bisa lebih baik dari beliau. Selamat menjemput rezeki Allah.

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Muhammad Hilmy sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

UmmuRaihanah | IRT, Wiraswasta
Inspiratif, banyak ilmu. Tampilan webnya sudah banyak berubah. Maju terus, tetap istiqomah. ;)
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.2020 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels