|
Ibn. Athaillah : "Di antara tanda keberhasilan pada akhir perjuangan adalah berserah diri kepada Allah sejak permulaan "
|





Kamis, 12 April 2012 pukul 12:00 WIB
Penulis : Muhammad Hilmy
Hari itu adalah 5 Februari 2011, bertepatan dengan Sabtu. Siang itu, aku bersama ratusan pengunjung Gramedia mengantri untuk mendapatkan tanda tangan pak Habibie pada sebuah bukunya yang berjudul "Habibie & Ainun".
Sebenarnya, aku bukan termasuk orang yang sangat menggilai seorang tokoh, kecuali Rasulullah SAW. Maka kesan pertamaku ketika bertemu beliau adalah biasa-biasa saja. Aku tak canggung ngobrol dengan pak Habibie, karena memang aku sendiri bersikap biasa.
Selama penandatanganan buku, aku ngobrol-ngobrol dengan beliau. Aku berkata, "Pak, saya ini alumnus dari Insan Cendekia." Bapaknya menjawab, "Wah, itu sekolah bapak yang dirikan, berarti kamu pintar ya." Aku hanya jawab, "Insya Allah begitu, pak."
Pertemuan yang singkat itu justru lebih bermakna kala aku membaca buku berjudul "Habibie & Ainun". Buku itu merupakan memoar beliau kepada Ibu Ainun. Dalam buku itu, tak hanya kubaca sebuah memoar, namun "sedikit" pemikiran dan ideologi beliau terhadap bangsa Indonesia.
Ia berkisah bagaimana perusahaan Boeing menawarkan pekerjaan untuk merekonstruksi sayap pesawat, namun beliau menolak dengan alasan kebangsaan. Ia ingin ilmunya bisa ditransfer untuk Indonesia, bukan untuk perusahaan Boeing.
Oh ya, beliau itu terkenal dengan penemuan penyebab keretakan sayap pesawat, dan pemecahannya. Penemuan pak Habibie ini sangat dan sungguh berarti bagi kedirgantaraan dunia. Maka dari itu, beliaulah yang diincar oleh perusahaan asing, namun Pak Habibie dan Bu Ainun kekeuh untuk bisa mengembangkan ilmunya di Indonesia, bukan malah mentransfer ilmu ke negara lain.
Well, memang beliau itu orangnya jenius, care sama istri, dan sekali lagi pepatah "di balik suami yang hebat, ada istri yang jauh lebih hebat" itu terbukti. Terima kasih, pak Habibie, kau inspirasikan pemuda untuk giat berilmu dan beraplikasi guna kebermanfaatan, kau inspirasikan pemuda untuk menjadi suami yang perhatian dan setia dengan istrinya.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Muhammad Hilmy sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.