|
Ibn Qudamah : "Ketahuilah, waktu hidupmu sangat terbatas. Nafasmu sudah terhitung. Setiap desahnya akan mengurani bagian dari dirimu. Sungguh, setiap bagian usia adalah mutiara yang mahal, tak ada bandingannya."
|





Rabu, 28 Maret 2012 pukul 11:00 WIB
Penulis : Muhammad Hilmy
"Allah selalu menolong orang selama orang itu selalu menolong saudaranya (semuslim)." (HR. Ahmad).
Begitulah sabda Rasulullah yang mulia. Sebagai insan, kita diwajibkan untuk banyak menolong dan menjadi jembatan penolong bagi orang yang kesulitan. Menjadi jembatan penolong tidaklah sulit, cukup dengan cara yang simpel saja. Percayalah, ketika anda menolong orang lain, anda akan menerima pertolongan yang sama besarnya. Ada memberi, ada menerima.
Ketika saya masih di semester 5 atau 6, kakak kelas saya perlu pinjaman sebuah buku untuk dipakai dalam menghadapi ujian pendadaran. Saya dengan senang hati memberi pinjaman, toh buku itu memang tidak sedang saya pakai. Kira-kira cukup lama buku tersebut dipinjam, sampai akhirnya kakak kelas saya itu lulus. Ketika mengembalikan buku itu dia berucap, "Makasih ya, bukunya sangat membantu."
Beberapa tahun berselang, giliran saya yang menggarap skripsi dan menghadapi ujian pendadaran sebelum kelulusan. Hukum Allah itu pasti terjadi, siapa yang memberi akan menerima. Kejadian kecil meminjamkan buku itu, ternyata berbuah kelancaran penulisan skripsi dan ujian pendadaran yang saja jalani.
Jika kita punya uang lebih dan ada teman atau saudara yang mau pinjam, pinjamkanlah dan berilah kemudahan kepada teman atau saudara kita itu. Insya Allah di kemudian hari kita akan mendapat kemudahan yang tak disangka-sangka. Anda boleh lupa dengan perbuatan baik anda, tapi Tuhan tidak tidur, Dia akan kembalikan perbuatan baik anda di saat anda memerlukannya.
Selamat menjadi jembatan penolong.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Muhammad Hilmy sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.