|
HR. Bukhari : "Berhati-hatilah dengan buruk sangka. Sesungguhnya buruk sangka adalah ucapan yang paling bodoh."
|





Sabtu, 7 April 2012 pukul 08:30 WIB
Penulis : Muhammad Hilmy
Bertemu pacar, pakaiannya rapi dan wangi. Bertemu Tuhan?
Sore itu, saya berkesempatan bertemu dengan Direktur-Owner PT Petak Umpet, namanya mas Arief Budiman. Kami ngobrol mengenai proyek sosial yang sebaiknya digarap di Yogyakarta, dari obrolan seputar proyek sosial sampailah kami dalam pembicaraan mengenai shalat.
Mas Arief bercerita mengenai pakaian dalam shalat. Beliau bercerita mengenai tukang becak yang bekerja dengan baju yang biasa saja, sederhana. Tapi ketika panggilan adzan datang, tukang becak akan pergi ke masjid terdekat, mengambil bungkusan plastik yang ternyata berisi baju koko/muslim/apapun itu namanya. Ya, baju terbaik dikeluarkan oleh si tukang becak kala menghadap Tuhan yang Maha Menguasai pintu-pintu rezeki.
Saya pribadi belum pernah bertemu dengan tukang becak yang seperti itu. Di masjid tempat saya shalat, terletak di pinggir jalan, sehingga setiap siang-sore banyak wajah-wajah asing bermunculan, mulai dari pedagang sendal keliling, tukang buah, pekerja kantoran, dan sebagainya.
Sering kita menganggap remeh soal pakaian dalam shalat. Padahal Allah sudah memberi tuntunan dalam surat Al-A'raf ayat 31 untuk menggunakan pakaian yang indah kala masuk masjid (shalat). Padahal, kalau mau pergi ke kondangan dengan tamu yang tak dikenal saja, kita pakai batik yang rapi, sepatu, wangi pula. Sementara ketemu dengan Allah, cukup dengan seadanya saja, kaos, gak wangi, belum lagi HP yang tetap dideringkan kala shalat, ya pokoknya seadanya deh.
Kita menghadap Tuhan yang menguasai pintu rezeki, mengapa kita tak istimewakan DIA?
Kita menghadap Tuhan yang memberi kita kesehatan, mengapa kita remehkan DIA?
Kita menghadap Tuhan yang memberi beragam nikmat, mengapa kita rendahkan DIA?
Kita menghadap Tuhan yang Maha Penyayang, mengapa kita berpakaian jelek di depan DIA?
Ya Allah, semoga mulai hari ini kami berpakaian rapi ketika menghadap-Mu, agar kami serius dalam shalat.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Muhammad Hilmy sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.