|
Umar bin Khattab : "Kebajikan yang ringan adalah menunjukkan muka berseri-seri dan mengucapkan kata-kata yang lemah lembut."
|
|
|
http://ridhakemuning.blogspot.com |
|
|
ridhakemuning |





Selasa, 9 Agustus 2011 pukul 08:40 WIB
Penulis : Nurfaridah
Seperti biasanya, seusai shalat subuh, saya dan suami melakukan jalan-jalan pagi, apalagi kondisi saya yang saat itu sedang hamil tua, membuat kami senantiasa melakukan rutinitas ini sebagaimana anjuran bidan. Ya, demi kesehatan calon bayi kami.
Tapi pemandangan setiap pagi di bulan suci ini memang beda dari biasanya, kalau pada pagi-pagi biasanya hanya terlihat bapak-bapak, ibu-ibu, atau anggota keluarga, kalaupun ada beberapa remaja serta ibu-ibu hamil seperti saya. Tapi ketika bulan suci Ramadhan ini, malah saya melihat jalanan di pagi hari luar biasa ramai. Dan yang lebih memprihatinkan adalah bahwa sebagian dari mereka adalah remaja.
Sungguh saya tak ingin berburuk sangka, tapi inilah kenyataan, momen Ramadhan yang harus diisi dengan amalan ibadah yang berguna malah tercoreng dengan aktivitas jalan jalan pagi yang sering orang menyebutnya dengan asmara subuh. Mungkin akan sangat bermanfaat bagi tubuh, karena jalan-jalan pagi memang untuk kesehatan, namun jika momen seperti ini malah dijadikan ajang perkenalan, bersatunya laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, ngobrol bareng tanpa batas, dan lebih memprihatinkan adalah dijadikan ajang pacaran.
Begitulah pemandangan setiap subuh tiba di bulan suci. Lantas bagaimana dengan puasa kita? Karena puasa bukan hanya menahan makan dan minum, akan tetapi juga harus menahan nafsu apapun yang dapat membatalkanya.
http://ridhakemuning.blogspot.com
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Nurfaridah sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.