|
Anis Matta : "Pahlawan bukanlah orang suci dari langit yang diturunkan ke bumi untuk menyelesaikan persoalan manusia dengan mukjizat, secepat kilat untuk kemudian kembali ke langit. Pahlawan adalah orang biasa yang melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, dalam sunyi yang panjang, sampai waktu mereka habis."
|
|
|
http://ridhakemuning.blogspot.com |
|
|
ridhakemuning |





Kamis, 28 Juli 2011 pukul 10:30 WIB
Penulis : Nurfaridah
Seperti biasanya, jika memerlukan bantuan tentang layanan internet, teman yang satu ini memang sering meminta bantuan pada suamiku.
"Rumahmu ini kok panas sekali," komentarnya suatu kali. Kata-katanya ini yang kerap kali terdengar kuanggap sebagai angin lalu, meski terkadang sempat berputar-putar di otak ini, yang akhirnya memaksaku untuk berandai-andai, "Jika kami punya uang yang berlimpah, maka akan kami kabulkan untuk membuat rumah ini sejuk dan nyaman, senyaman di hotel." Pikiran ini sedikitnya telah meracuni hatiku untuk kufur nikmat terhadap Dzat yang Maha Pemberi rejeki dan terus berandai jika ...., jika ...., dan jika....
Sebenarnya kondisi keuangan kami lumayan cukup untuk ukuran keluarga pemula. Namun sebagaimana manusia lainnya yang diberi akal dan nafsu, perasaan kurang selalu membayangi. Ingin punya rumah mewah, perhiasan yang banyak, dan sebagainya. Ahhh... dunia memang menggiurkan!
Seperti yang pernah dikatakan oleh Rasulullah SAW; jika manusia telah memiliki harta sebanyak satu lembah, niscaya ia menginginkan lembah kedua dan lembah ketiga.
Jika pemikiran ini mulai berputar-putar di kepala ini, maka akan segera aku tepis dengan beristighfar dan kualihkan memikirkan nasib saudara-saudara kita yang masih kesulitan untuk sekedar makan rutin sehari tiga kali.
Wahai saudaraku seiman, sering kita dengar dalam berita tentang orang-orang yang harus mendekam di penjara karena ketahuan mencuri ayam tetangganya, karena tak ada biaya untuk sekolah anaknya, orang-orang yang harus rela dikeroyok massa akibat tertangkap basah saat beraksi mengambil kotak amal di masjid. Yang semua itu hanyalah demi urusan perut.
Dengan demikian, alhamdulillah, aku kembali dapat bersyukur dan nerimo atas apa yang telah Allah SWT berikan kepada diriku, seorang manusia yang mudah lalai akan nikmatNya. Karena semua nikmat yang telah diberikanNya tak takkan pernah bisa untuk dihitung.
http://ridhakemuning.blogspot.com
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Nurfaridah sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.