|
HR. Ad-Dailami : "Alangkah baiknya orang-orang yang sibuk meneliti aib diri mereka sendiri dengan tidak mengurusi aib orang lain."
|
|
|
http://ridhakemuning.blogspot.com |
|
|
ridhakemuning |





Selasa, 5 Juli 2011 pukul 09:40 WIB
Penulis : Nurfaridah
Beberapa hari yang lalu, aku melihat di ruang chatting milik suamiku. Bukan apa-apa, tak sedikitpun aku curiga dengan aktivitasnya berselancar di dunia maya (cyber). Hanya saja kali ini aku melihat topik pembicaraan mereka yang aneh dan tak biasanya.
Di seberang sana sang lawan bicara menuliskan, "Mengapa orang-orang, ketika terjadi perang di bagian-bagian wilayah Indonesia, ya seperti di propinsi A, B, dan C, tidak ada yang bergeming, apalagi meneriakkan kata jihad. Padahal banyak juga lho yang jadi korban adalah saudara kita sesama muslim. Tapi saat ini perang ada nun jauh di sana, di sini semua orang geger bahkan ada yang rela pergi ke sana tanpa perbekalan keterampilan apapun. Sebuah pemikiran yang konyol."
Memang, pemikiran di setiap kepala manusia berbeda-beda dalam menanggapi setiap permasalahan yang ada. Tapi saat itu kutemukan sebuah jawaban yang begitu mengena dari suamiku.
Katanya, "Orang-orang kita ini banyak yang munafik, bagaimana tidak? Wong katanya Islam, KTP juga Islam. Nyatanya; coba lihat atau perhatikan jama'ah-jama'ah yang ada di masjid-masjid sekitar kita, jangankan shalat subuh, shalat maghrib aja yang nyata-nyata waktunya orang pada nganggur, satu shaf aja nggak penuh. Ya, kalau diajak debat tentang Islam, semua gembar-gembor, tapi untuk ibadahnya yang wajib yang harus ia laksanakan malah dengan santai ia tinggalkan (saya tak bemaksud menyinggung siapapun, tapi inilah fakta).
Apalagi beberapa konflik yang ada di beberapa daerah di Indonesia adalah sesama muslim yang tidak jelas permasalahannya. Bukan memerangi orang yang nyata-nyata telah mengingkari Allah dan Rasulnya seperti bangsa Israel saat ini. Coba bedakan dengan saudara-saudara kita muslim di Palestina, meski hanya membaca dan melihat dari media, kita tahu betapa mereka gigih dan taat dalam membela, menjaga, dan mengamalkan ajaran yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW ini.
Betapa suatu kali saya membaca media informasi yang mengabarkan bahwa meski dalam suasana hiruk-pikuk perang saat ini, di Palestina masih terdengar seruan untuk shalat subuh dan masyarakat Palestina pun berduyun-duyun memenuhi panggilan suci itu. Mereka tidak takut akan kematian. Mereka yakin jika Allah mentakdirkan mereka akan mati hari itu atau Allah mentakdirkan mereka berumur panjang, maka peluru zionispun takkan menembus keyakinan mereka.
Belum lagi kebiadaban Israel yang telah menghancurkan sebuah mesjid dengan puluhan jama'ah di dalamnya yang sedang beribadah (ya Allah, meski engkau tak menurunkan azabmu pada mereka (Israel) hari ini (di dunia), namun berilah kekuatan dan pertolonganmu pada saudara kami rakyat Palestina). Dari sinilah mengapa semua orang merasakan bagian tubuhnya ikut terkoyak ketika saudara-saudara muslim mereka di Palestina menjadi sasaran empuk peluru setan milik Israel."
Demikianlah dialog yang menarik menurutku, sekaligus menyayangkan akan pertanyaan yang diajukan oleh chatter di seberang. Apa yang terpikir olehnya sehingga masih belum begitu melek terhadap yang sedang dialami rakyat Palestina sekarang ini.
Palestina, bertahanlah. Di sini kami membantu dengan do'a, demi kemenanganmu, Palestina -negeri para nabi.
http://ridhakemuning.blogspot.com
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Nurfaridah sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.