|
HR. Ahmad & Al Hakim : "Kemuliaan orang adalah agamanya, harga dirinya (kehormatannya) adalah akalnya, sedangkan ketinggian kedudukannya adalah akhlaknya.
"
|
|
|
http://ridhakemuning.blogspot.com |
|
|
ridhakemuning |





Rabu, 29 Juni 2011 pukul 10:00 WIB
Penulis : Nurfaridah
Entahlah... Dari sekian banyak kepala manusia, Allah menciptakan berjuta bahkan bertrilyun-triliyun keinginan. Ada yang berkeinginan sangat tinggi, jauh dengan yang dia mampu menjangkaunya. Ada pula yang telah memiliki berbagai hal, namun malah tak pernah kesampaian untuk mendapatkan keinginan yang sangat sederhana.
Demikian dengan salah seorang tetangga kami di kampung. Ia adalah seorang ibu dari tiga anak dan nenek dari tiga orang cucu. Secara kebendaan, ia tak kurang sedikitpun (kaya untuk ukuran orang desa). Suatu hari, beliau datang ke rumah dan menumpahkan segala uneg-unegnya alias curhat kepada ibu saya.
"Bu, saya ini sudah tua, udah gak banyak keinginan," katanya.
"Lha kenapa toh, bu," jawab ibu saya.
"Saya itu senang sekali kalau melihat ada anak yang mengantarkan makanan untuk orangtuanya. Saya pengen sekali dianterin makanan atau dibawakan oleh-oleh kalau anak-anak saya pulang dari berbelanja, meski saya masih sering berbelanja sendiri dan belum terlalu tua untuk bermanja-manja sama anak-anak. Sebenarnya saya hanya ingin menikmati makanan atau apa saja dari anak-anak. Harganya mahal atau murah itu gak penting," beliau bercerita dengan mimik wajah yang sedih. Sungguh keinginan yang sangat sederhana.
Kemudian ibu saya menyarankan beliau untuk bersabar dan mengatakan mungkin anak-anaknya merasa jika ibu dan ayahnya sudah berkecukupan dan merasa malu jika hanya memberi sesuatu yang tidak ada harganya.
Lalu ibu saya mengatakan kepada saya bahwa sebagian besar nafsu kebendaan orangtua yang sudah lanjut usia itu sedikit demi sedikit menguap, hanya yang mereka inginkan adalah kasih sayang dari anak cucunya. Demikian pula ibu saya mengisahkan tentang nenek kami yang senantiasa menanti kedatangan ibu dari pasar hanya untuk mendapatkan oleh-oleh dari ibu yang berupa jajanan tapai ubi kesukaannya.
Memang sepatutnyalah kita sebagai anak membahagiakan hati kedua orangtua. Dan yang paling harus disadari adalah bahwa kebahagiaan itu tidak hanya dengan tercukupinya materi. Apalagi hanya dengan membahagiakan kedua orangtualah kita akan mendapatkan ridhanya, dan dengan ridha itu kita akan mendapatkan keridhaan Allah SWT.
Semoga kita dapat membahagiakan orangtua kita, karena pada hakikatnya apapun yang kita berikan tidak akan pernah sepadan dengan kasih sayang yang mereka curahkan untuk kita.
http://ridhakemuning.blogspot.com
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Nurfaridah sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.