HR. Bukhari : "Berhati-hatilah dengan buruk sangka. Sesungguhnya buruk sangka adalah ucapan yang paling bodoh."
Alamat Akun
http://alamaya.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
PNS (Pegawai Non Struktural)
Berkacamata, itulah aku. Orang lebih mengenalku dengan nama asliku, Dudung Kurnia Sundana, sebuah nama khas Sunda pemberian dari kakek dan bapak. Sedangkan Mujahid Alamaya adalah cybername-ku sebagai Ponggawa KotaSantri.com (KSC). Pria berperawakan kutilang alias kurus, tinggi, langsing (Itu sih kata orang) mempunyai hal yang unik, temenku bilang aku ini "Baby …
http://dekaes.com
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya
mujahid.alamaya
http://facebook.com/alamaya
ponggawa.ksc@gmail.com
Tulisan Mujahid Lainnya
Bukan Pilihan Hati
19 Juni 2011 pukul 11:55 WIB
Shalat Berjama'ah
6 Juni 2011 pukul 10:00 WIB
Apakah Engkau?
11 Mei 2011 pukul 12:21 WIB
Kapan Nikah?
9 Mei 2011 pukul 09:09 WIB
Karena Cinta Tak Harus Memiliki
2 Mei 2011 pukul 13:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Rabu, 6 Juli 2011 pukul 11:00 WIB

Selalu ada Hikmah

Penulis : Mujahid Alamaya

"Gak mau berkorban sih?" begitu kata salah seorang sahabat ketika saya cerita tentang masa lalu saya, bahwa saya pernah mengalami masa bekerja sambil kuliah. Tiba pada topik seputar alasan saya berhenti bekerja dari perusahaan lama dan tidak melanjutkan kuliah, sayapun menjelaskan semuanya dengan detil, tapi sahabat saya itu tetap bersikeras dengan kalimat "gak mau berkorban".

"Bukannya gak mau berkorban, tapi saat itu memang kondisinya tidak memungkinkan. Daripada merasa terbebani dan capek hati, lebih baik mengambil keputusan tersebut," ujar saya panjang lebar.

Saat itu, saya sudah tertarik dengan dunia internet. Mulai dari browsing, chatting, dan iseng-iseng membuat web gratisan di Geocities. Saat saya masih bekerja, biaya untuk akses internet bisa terpenuhi. Tapi setelah berhenti bekerja, dari mana saya bisa memenuhi hobi baru saya itu? Padahal, saya sedang bersemangat untuk berinteraksi di dunia maya dan mengotak-atik web. Berbagai carapun dilakukan agar hobi saya itu dapat dijalani.

Banyak hikmah dari keputusan saya tersebut. Saat saya memutuskan untuk berhenti bekerja, saya mengalami bagaimana rasanya jadi pengangguran, tidak punya uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, jalan kaki berkilo-kilometer karena tidak punya ongkos, berjuang sehari penuh dengan menjadi pedagang kaki lima, jatuh bangun dalam berwirausaha, dan lain sebagainya.

Pun saat saya memutuskan untuk berhenti kuliah, saya harus bersabar dan ramah dalam menjawab setiap pertanyaan yang diajukan kepada saya, "Kenapa berhenti kuliah? Sayang lho dah 2 semester." Juga susahnya mencari pekerjaan baru yang cocok, dikarenakan saya hanya lulusan SMA dan tidak mempunyai keterampilan khusus. Berbagai lamaran pekerjaan sudah saya kirimkan melalui pos, tapi hasilnya nihil.

Waktu terus bergerak, tahun berganti tahun. Allah SWT menunjukkan kebesaran-Nya di saat saya mulai terpuruk. Saya mendapatkan pekerjaan sampingan sebagai salah satu kru dari sebuah tim nasyid asal kota Bandung. Dengan bergabungnya saya di tim nasyid tersebut, alhamdulillaah tali silaturrahim saya makin luas dan saya bisa pergi ke beberapa kota di Indonesia.

Selain itu, saya dipercaya untuk mengelola beberapa web. Walaupun masih sederhana, alhamdulillaah web tersebut bisa saya kelola dengan baik. Dan yang paling utama, hobi saya tersalurkan. Saya mulai serius membuat dan mengelola web berbasis CMS gratisan yang kemudian dikembangkan menjadi sebuah portal Islami. Tambal sulam saya lakukan untuk menutupi biaya operasional portal tersebut.

Seiring berjalannya waktu, hikmah itu makin tersingkap. Silaturrahim saya makin luas. Bolak-balik Jadebotabek - Bandung menjadi hal biasa. Dan alhamdulillaah, saya diterima bekerja di sebuah perusahaan dan ditempatkan di divisi yang sangat cocok dan saya sukai, Teknologi Informasi. Saya merasa nyaman dan begitu menikmati pekerjaan saat ini. Selain itu, portal yang saya kelola masih tetap eksis dan bermanfaat bagi yang mengaksesnya. Dan yang paling utama, melalui perantara keberadaan portal ini, saya bertambah banyak saudara dan bisa silaturrahim ke beberapa kota di Indonesia.

Alhamdulillaah, syukur tiada terkira hanya kepada Allah SWT atas semua jalan dan ujian yang Ia berikan, hingga saya bisa melaluinya satu persatu. Dan kini, saya bisa memetik hikmah dari semua kejadian yang saya alami.

"Coba kalau dulu saya masih bekerja di tempat lama dan tidak berhenti kuliah, mungkin portal ini gak akan ada dan saya tidak akan bisa mengenalmu," tutur saya dan sahabat saya pun terkekeh.

http://dekaes.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Akhmad Muhaimin Azzet | Penulis
Membaca-baca di KotaSantri.com, di samping memetik motivasi dan inspirasi, betapa terasa damai di dada. Sungguh. Beginilah bila akhlak mulia yang dijunjung dan dijaga. Alhamdulillah...
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1196 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels