Sirah Umar, Ibnu Abdil Hakam : "Aku akan duduk di sebuah tempat yang tak kuberikan sedikit pun tempat untuk syaitan."
Alamat Akun
http://alamaya.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
PNS (Pegawai Non Struktural)
Berkacamata, itulah aku. Orang lebih mengenalku dengan nama asliku, Dudung Kurnia Sundana, sebuah nama khas Sunda pemberian dari kakek dan bapak. Sedangkan Mujahid Alamaya adalah cybername-ku sebagai Ponggawa KotaSantri.com (KSC). Pria berperawakan kutilang alias kurus, tinggi, langsing (Itu sih kata orang) mempunyai hal yang unik, temenku bilang aku ini "Baby …
http://dekaes.com
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya
mujahid.alamaya
http://facebook.com/alamaya
ponggawa.ksc@gmail.com
Tulisan Mujahid Lainnya
Do'a untuk Ibu
3 April 2011 pukul 14:00 WIB
Toilet Gratis
14 Maret 2011 pukul 10:10 WIB
Nikah Beda Harakah? Kenapa Tidak!
2 Maret 2011 pukul 11:11 WIB
Ditolong kok Marah?
2 Februari 2011 pukul 10:00 WIB
Tangisku Malam Itu
16 Desember 2010 pukul 18:22 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Selasa, 5 April 2011 pukul 10:00 WIB

Shalat itu Bukan Hanya di Kantor

Penulis : Mujahid Alamaya

Awal Februari lalu, saya mendapat tugas dari kantor untuk mendampingi sebuah tim ke luar kota selama beberapa hari. Karena mayoritas anggota tim tersebut nonmuslim, saya sempat khawatir tidak bisa leluasa untuk shalat. Beruntung ada beberapa anggota tim yang muslim ikut serta. Saya jadi lega. Nanti tidak perlu canggung jika hendak menunaikan kewajiban shalat.

Dalam perjalanan di jalan tol, sudah masuk waktu Ashar. Saya pikir senior saya yang muslim akan menyarankan untuk istirahat sebentar di rest area. Setelah beberapa rest area terlewati dan kendaraan tidak berhenti juga, saya jadi gelisah. Akhirnya saya memberanikan diri menyuruh pengemudi untuk berhenti, "Nanti di rest area kita berhenti dulu, sekalian shalat ashar."

Tidak lama kemudian, berhentilah kami di rest area. Saya bergegas menuju masjid yang ada di sana. Saya kira rekan-rekan muslim yang lain bakal menyusul ke masjid. Setelah ditunggu hampir setengah jam, mereka tak kunjung datang. Akhirnya saya kembali ke parkiran mobil dan menemui mereka. Setelah semua selesai dan berkumpul, kami langsung melanjutkan perjalanan.

Saya sempat bertanya-tanya kenapa mereka tidak shalat. Saya berpikiran positif saja, mungkin sudah dijamak dengan dzuhur tadi siang. Saya pun tenang-tenang saja.

Tiba di tujuan, sudah masuk waktu maghrib. Setelah menyimpan barang-barang di penginapan, saya langsung menuju mushala. Selesai shalat dan kembali ke penginapan, saya kira mereka sudah shalat di dalam penginapan, tapi ternyata mereka belum shalat. "Aneh, kok mereka tidak shalat? Padahal ketika di kantor, saya pernah melihat mereka shalat," batin saya.

Hari-hari berikutnya pun demikian. Saya tidak pernah melihat mereka shalat. Jika hendak shalat, saya selalu bilang kepada mereka. Senior saya pun pernah berkata kepada saya untuk shalat bersama-sama. Bahkan, senior saya tersebut beberapa kali berkata kepada saya, "Sudah shalat? Saya belum, nanti deh di sana." Tapi saya tidak pernah melihat sama sekali ia dan rekan-rekan muslim yang lain shalat.

Karena seringnya mereka melihat saya shalat, merekapun menyebut saya dengan 'ustadz'. Apalagi setelah mereka tahu jaket yang saya kenakan beratribut muslim, sebutan 'ustadz' pun sering mereka lontarkan.

Selesai tugas tersebut, kembali ke rutinitas di kantor. Seperti biasa, saya selalu shalat di mushala kantor. Dan ternyata, saya kembali melihat mereka shalat. "Kok mereka hanya shalat di kantor saja? Astaghfirullaah... Kalau di rumah, apa mereka shalat? Wallahu a'lam," batin saya.

"Maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." (QS. An-Nisa’ [4] : 103).

"Shalat adalah tiang agama. Barangsiapa yang mengerjakannya berarti ia menegakkan agama, dan barangsiapa yang meninggalkannya berarti ia meruntuhkan agamanya." (HR. Baihaqi).

Shalat itu tiang agama. Wajib dilaksanakan pada waktunya, di manapun, dan dalam kondisi apapun.

Semoga saja saya tidak salah duga. Mereka waktu itu memang shalat, tapi saya tidak melihatnya. Saya harap demikian.

http://dekaes.com

Suka
wuri handayani menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Rahmad Syamsu W | mahasiswa
Heeebbatt.... Sesuai motto dari KSC, "menebar senyum merajut ukhwah", semoga KSC ini bermanfaat bagi kita semua ikhwan dan akhwat yang ingin merajut ukhuwah.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1206 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels