|
QS. Muhammad : 7 : "Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.
"
|
|
|
nailasyafiraq |
|
nailasyafiraq@yahoo.com |





Senin, 31 Mei 2010 pukul 15:55 WIB
Penulis : Nia Ummu Alif
Seorang teman kuliah saya pernah mengeluhkan tentang permasalahan keluarganya kepada saya. Ayah dan ibunya sibuk bekerja di kantor, pergi pagi pulang sore, terkadang pergi lagi sampai larut malam dengan berbagai urusan. Dilihat dari segi materi, teman saya ini berasal dari keluarga yang berada. Jika ia menginginkan sesuatu, ia dengan mudah bisa mendapatkannya, namun ia merasa hari-harinya sepi dari kasih sayang orangtuanya.
***
Setiap anak pasti membutuhkan kasih sayang dari orangtua, karena kasih sayang mereka diibaratkan air yang selalu membasahi bumi. Mari sejenak kita kilas balik tentang kehidupan kita sewaktu kecil. Ketika tengah malam, kita sering membangunkan tidur lelap mereka hanya karena ingin minum susu. Ketika kita minta dibelikan sesuatu, kita sering merengek kepada mereka. Ketika kita lapar, mereka dengan rela memberikannya, bahkan mungkin itu jatah makan mereka. Apakah waktu itu kita pernah tanyakan, apakah mereka sudah makan hari ini? Ketika kita sedang sakit, ada mereka yang merawat kita, bahkan mereka pun dengan rela mengorbankan waktu kerja mereka hanya untuk menemani kita.
Sewaktu kita kecil, kita selalu dimanja dan disayang. Sekarang ketika usia mereka telah senja, kitalah yang mengambil peran yang pernah mereka lakukan sewaktu kita kecil dulu, saatnya kita menyayangi dan memberikan perhatian yang tulus kepada mereka, memanjakan, dan merawat mereka. Bukan menuntut dan terus menuntut mereka. Jangan pernah tanyakan apa yang telah mereka berikan kepada kita, tapi tanyakanlah ke dalam hati kita dengan jujur, apa yang telah kita berikan kepada mereka? Cacian dan makiankah ketika kita telah merasa lebih hebat dari mereka karena pendidikan kita yang lebih tinggi dari mereka? Ataukah hanya sebuah tatapan lembut ketika mereka sedang terlelap dalam tidurnya? Sungguh kasih sayang mereka takkan pernah sebanding dengan kasih sayang yang kita berikan kepada mereka. Sekarang, ketika kita telah dewasa, masih layakkah kita menuntut perhatian dan kasih sayang mereka?
"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapinya dalam dua tahun, bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepadaKu lah kembalimu." (QS. Luqman [31] : 14).
Dari Abu ‘Abdurrahman ‘Abdullah bin Mas’ud RA berkata, Saya bertanya kepada Nabi SAW, “Apakah amal yang paling disukai Allah Ta’ala?” Beliau menjawab, “Shalat pada waktunya." Saya bertanya, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Berbuat baik kepada kedua orangtua.” Saya bertanya, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Berjuang pada jalan Allah.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).
Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Sungguh rugi, sungguh rugi, sungguh rugi, dan sungguh rugi orang yang mendapatkan kedua orangtuanya, baik salah satu atau kedua-duanya lanjut usia tetapi ia tidak masuk surga.” (Riwayat Muslim).
Kenangi ibu bapak. Do'akanlah sejahterah, kita anak harus membela apabila sudah dewasa, jangan biarkan mereka sia-sia di hari tua. Kecewa hidup dan merana, karena perbuatan anak durhaka. Bahagiakan mereka hingga ke ujung usia, bila sampai waktu ajalnya. Anak shaleh sebagai harta. (Senandung Nasyid dari Rabbani, “Anak Shaleh”)
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Nia Ummu Alif sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.