HR. Ahmad : "Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalannya."
Alamat Akun
http://samaniah.kotasantri.com
Bergabung
28 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Singkawang - Kalimantan Barat
Pekerjaan
Guru SMAN 2 Singkawang
InsyaAllah terus belajar memperbaiki diri
nailasyafiraq
nailasyafiraq@yahoo.com
Tulisan Nia Lainnya
Jika Hari Ini Kiamat Datang
10 September 2009 pukul 17:00 WIB
Sayang, Masih Ingatkah Engkau?
9 Juli 2009 pukul 17:10 WIB
Aktifis Dakwah yang Hilang
4 Juli 2009 pukul 16:00 WIB
Seharusnya Kita Malu!
30 Juni 2009 pukul 18:00 WIB
Kelak Ku Menemukan Penggantinya
8 Juni 2009 pukul 17:15 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Selasa, 11 Mei 2010 pukul 16:00 WIB

Betapa Indah Proses Tarbiyah Allah

Penulis : Nia Ummu Alif

Allah mempunyai banyak cara untuk mendewasakan hamba-hambaNya, kita tidak pernah mengetahui bagaimana cara Allah untuk membentuknya, namun dalam caraNya itu terkadang akan kita temui kisah sedih, luka, dan kecewa. Tapi di balik itu semua, ada sesuatu yang telah Allah persiapkan dan akan diberikan kepada hamba-hambaNya pada waktu yang tepat. Itulah bukti betapa Allah menyayangi hamba-hambaNya. Allah tidak pernah tidur dan tidak akan pernah letih untuk mengurusi hamba-hambaNya.

Ada sebuah pengalaman hidup yang saya alami, kejadian itu terus berulang dan berulang. Ini Sebuah tarbiyah (pembelajaran) Allah untuk mendewasakan saya. Sampailah pada suatu titik ketidakberdayaan akan diri ini. Setiap peristiwa yang terjadi berulangkali itu, membuat saya terus merenungi setiap episode hidup yang telah berlalu. Kenapa itu selalu terjadi pada saya? Apa maksud Allah dengan semua ini? Selama perjalanan ini, saya terus berproses mencari di mana letak kesalahannya, namun belum juga saya temukan. Setiap kali pertanyaan-pertanyaan yang sama itu terus muncul di benak saya, hingga suatu hari Allah mempertemukan saya dengan sobat lama yang terpisah oleh dua kota membawa sebuah kabar gembira.

Awalnya saya merasa bahagia sembari bertanya-tanya, inikah jawaban Allah atas do’a saya selama ini. Namun baru saja kemantapan hati telah terbuka, Dia tempa lagi dengan cobaan yang lain. Hati saya mulai ragu dan saya tidak berusaha untuk menghadapinya. Saya membuat keputusan untuk membiarkannya berlalu. Saya tahu, pasti akan ada konsekuensi yang akan diterima dari setiap pilihan-pilihan yang saya ambil. Tapi kenapa saya tidak berusaha mempersiapkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi, jika hal yang sama terulang kembali di masa depan? Hanya Penyesalan yang akan saya dapatkan, karena ia datangnya selalu di akhir dalam kampus kehidupan ini. Bukankah dengan mempersiapkan kemungkinan-kemungkinan tersebut saya bisa meminimalisir penyesalan itu? Pertanyaan-pertanyaan itu selalu bergejolak di batin saya. Dan saya hanya bisa menangis dan mengadukan hal ini pada Allah. Tangisan itu yang membuat saya mengerti betapa bodohnya saya, betapa hinanya diri ini, betapa lemahnya keimanan ini, dan betapa… betapa...

Dalam proses perenungan akan episode hidup yang saya jalani, Allah memberikan jawabannya. Ternyata semuanya berawal dari saya. Jika pun masalah yang muncul dari luar, pokok utamanya adalah saya, semua bisa diatasi jika saya mempunyai prinsip yang kuat, bagaimana pun reaksi luar yang ditunjukkan tidak akan mampu untuk menggoyahkannya. Tapi inilah kenyataan yang saya alami sekarang. Semuanya karena kesalahan saya.

Larut dalam kesalahan tidak akan pernah mengantarkan saya pada sebuah titik perubahan yang lebih baik, jika saya tidak pernah berusaha untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan itu. Saya merasakan betapa sayangnya Allah kepada saya. Ia memberikan sebuah pembelajaran dengan proses yang saya lalui cukup lama. Setiap pembelajaran yang Allah berikan, saya tidak berusaha mengambil pelajarannya. Beberapa kali Allah menjewer saya, tapi saya terlalu bodoh hingga tak mampu merasakan jeweranNya. Dan saatnya untuk memperbaiki, memperbaiki, dan memperbaiki semua kesalahan yang telah Allah tunjukkan pada saya. Sungguh indah berada dalam proses tarbiyah Allah. Suatu saat nanti tanpa diminta dan disadari, atas segala Kuasa Allah hal yang indah pun akan terjadi, dan pada akhirnya semua hanya tinggal masalah waktu.

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Nia Ummu Alif sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Nia | Guru
KotaSantri.com top dech. Artikelnya bagus-bagus banget, sangat menyentuh kalbuku sampe berurai air mata membacanya dan sarat dengan hikmah. Bukankah hikmah adalah milik para mukmin yang tercecer? So, buruan gabung.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1013 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels