Ibn. Athaillah : "Di antara tanda keberhasilan pada akhir perjuangan adalah berserah diri kepada Allah sejak permulaan "
Alamat Akun
http://samaniah.kotasantri.com
Bergabung
28 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Singkawang - Kalimantan Barat
Pekerjaan
Guru SMAN 2 Singkawang
InsyaAllah terus belajar memperbaiki diri
nailasyafiraq
nailasyafiraq@yahoo.com
Tulisan Nia Lainnya
Aktifis Dakwah yang Hilang
4 Juli 2009 pukul 16:00 WIB
Seharusnya Kita Malu!
30 Juni 2009 pukul 18:00 WIB
Kelak Ku Menemukan Penggantinya
8 Juni 2009 pukul 17:15 WIB
Untuk Insan yang Kucinta
13 Mei 2009 pukul 21:15 WIB
Selamat Jalan, Teman
30 April 2009 pukul 18:16 WIB
Pelangi
Pelangi » Bingkai

Kamis, 9 Juli 2009 pukul 17:10 WIB

Sayang, Masih Ingatkah Engkau?

Penulis : Nia Ummu Alif

Sayang, masih ingatkah engkau 2 tahun yang lalu, setiap pagi menjelang kau berlari masuk ke ruangan itu, kau gapai tangan kananku dan menciumnya, lalu kuucapkan salam?

Sayang, masih ingatkah engkau ketika di dalam ruangan itu, kau duduk di pangkuanku, memelukku, lalu kubelai kepalamu? Ketika beberapa orang temanmu juga duduk di pangkuanku dan memelukku, perlahan kau menjauh dariku, karena posisimu telah tergantikan oleh temanmu. Sayang, kulihat cemberut di wajahmu, tapi kuberikan senyum untukmu.

Sayang, masih ingatkah engkau saat tubuhku terbaring lemas tak berdaya di atas tempat tidurku karena penyakit tipes menyerangku selama seminggu? Salah seorang temanku bercerita padaku tentang tingkah anehmu, kau sering menangis tanpa sebab yang jelas. Kau merasa kehilanganku, sayang? Sayang, aku hanya butuh waktu untuk merehatkan tubuhku, setelah itu, aku akan datang menemanimu.

Sayang, masih ingatkah engkau ketika engkau menangis di ruangan itu? Seperti biasa, matamu selalu tertuju padaku untuk mencuri perhatianku. Saat itu, aku hanya menghampirimu dan berkata padamu, "Dek, tenangkan diri dulu ya sambil istighfar. Setelah tenang, dedek ceritain ke bu Nia ya. Bu Nia tunggu." Kemudian aku berlalu meninggalkanmu dan menghampiri teman-temanmu yang lain. Ketika hatimu tenang, kau berdiri di dekatku dan menceritakan masalahmu padaku. Sayang, maafkan aku, bukan aku tidak peduli padamu, aku hanya ingin mengajarkan padamu agar tidak terlalu manja menyikapi masalahmu, karena tidak selamanya disaat kita punya masalah, ada orang yang kita cintai di dekat kita untuk membantu.

Sayang, masih ingatkah engkau ketika engkau memberi sepucuk surat kepadaku yang engkau tulis sendiri dengan tangan mungilmu? Di amplop itu tertulis :

"Miya Virna Alifia B3, surat untuk ibu Catur dan ibu Nia B3"

"Ibu Catur dan ibu Nia, kita kalo ulang tahun kita mau kasihkan ibu Nia dan ibu Catur kado ya, kalo banyak kita kasihkan ya bu, tapi kalo leh barang ya bu."

Sayang, suratmu cukup bagiku sebagai ungkapan sayangmu pada gurumu. Tahukah engkau, sayang? Sampai saat ini, suratmu masih kusimpan rapi di dekat koleksian buku-bukuku.

Sayang, masih ingatkah dirimu, ketika hari perpisahan itu, aku dan teman-temanku berdiri di atas panggung itu menantikan ciuman dan pelukan terakhir darimu dan teman-temanmu? Air mata ini tak sanggup kami tahan, semuanya larut dalam haru. Saat itu, kau bertanya pada mamamu, "Ma, kenapa bu guru nangis ya?" Ah, betapa lugu dan polosnya dirimu untuk mengerti akan perasaan ini, sayang. Selama satu tahun aku bersamamu, banyak sudah kenangan suka dan duka yang telah kita lewati bersama, hari ini dan nanti tidak akan ada lagi saat-saat indah itu.

Sayang, meski kau tak pernah terlahir untukku, tapi sungguh, aku menyayangimu layaknya putri kecilku. Bersamamu, kau ajarkan aku menjadi seorang ibu, kau ajarkan aku kelembutan dan memberikan kasih sayang, tapi aku masih perlu banyak belajar untuk menjadi ibu yang sesungguhnya. Sayang, kuingin mempersembahkan cintaku untukmu melalui perhatian tulusku dan ingin kubisikkan dengan lembut di telingamu, "Aku sayang padamu."

Teruntukmu yang selalu kusayang, "Miya Virna Alifia" (TK IT Al-Mumtaz Pontianak, 2006).

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Nia Ummu Alif sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Eko Prasetyo | Editor Bahasa
Tulisan-tulisan di KotaSantri.com bagus dan sering dijadikan acuan oleh banyak pembaca. Saya memahaminya karena kebetulan juga berkecimpung di media serta punya banyak teman pembaca KotaSantri.com.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1040 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels