|
Ali Bin Abi Thalib : "Hati orang bodoh terdapat pada lidahnya, sedangkan lidah orang berakal terdapat pada hatinya."
|
|
|
nailasyafiraq |
|
nailasyafiraq@yahoo.com |





Sabtu, 22 Mei 2010 pukul 20:55 WIB
Penulis : Nia Ummu Alif
Tudingan bahwa wanita adalah makhluk yang lemah selalu disandarkan ketika mereka menangis saat menghadapi persoalan hidup yang mereka alami, sehingga ketika wanita menangis, semakin memperkuat anggapan masyarakat bahwa wanita adalah makhluk yang lemah, cenggeng, dan tiada berdaya. Benarkah?
Sementara bagi laki-laki, menangis masih dianggap hal yang tabu, sehingga mereka menahan air mata saat menghadapi berbagai persoalan hidup, karena takut dianggap sebagai laki-laki yang cengeng, lemah, dan akan menjatuhkan kelelakiannya. Hal ini telah menjadi fenomena dalam kehidupan kita. Bahkan ketika seorang anak laki-laki yang menangis, orangtua atau siapa pun akan mengatakan, “Kok nangis, laki-laki itu tidak boleh menangis loh.”
Perkataan itu terkadang kita dengar, bahkan mungkin kita sendiri pernah mengatakannya. Padahal menangis itu merupakan suatu kebutuhan, baik bagi laki-laki maupun wanita. Menangis juga merupakan salah satu bentuk ekspresi dari rasa sedih atau bahkan luapan dari perasaan bahagia yang teramat sangat.
Jika kita tahu bahwa ada banyak keajaiban yang tersimpan di balik linangan air mata, mungkin kita akan berfikir dua kali untuk beranggapan bahwa orang yang menangis adalah makhluk yang lemah, tak berdaya, dan cengeng. Menangis merupakan suatu aktifitas mata yang timbul karena adanya respon lingkungan dan berkaitan erat dengan emosi jiwa seseorang. Menangis juga merupakan sifat alami yang merupakan anugerah suci dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Simak beberapa fakta ilmiah menarik seputar air mata, di antaranya :
1. Dr. Muhammad Abdullatif Bulthiyah, seorang dokter spesialis mata, berpendapat bahwa air mata membantu kelenturan kelopak mata, membantu melindungi mata, dan berfungsi sebagai alat pencuci mata serta memelihara mata dari penyakit kekeringan. Air mata dapat mengusir setiap unsur yang bisa mengganggu mata, seperti cabe, debu, dan asap.
2. Dr. Bryan D., penasihat kedokteran jiwa dan penulis buku terkenal “Tempat Aman untuk Menangis”, melalui berbagai eksperimen dan penelitian, berpendapat bahwa tidak adanya kemampuan untuk menangis menjadi penyebab di balik sekian banyak jenis penyakit yang ia tangani. Berkaitan dengan pendapat tersebut, riset ilmiah yang diadakan di Universitas Temple Amerika Serikat, memberikan kesimpulan bahwa wanita yang menderita colitis (radang usus besar) disebabkan karena mereka lebih memilih untuk menahan perasaan mereka (tidak mau menangis), mereka memandang bahwa menangis merupakan sebuah bukti kelemahan.
3. Para ilmuwan kedokteran jiwa berpendapat bahwa menangis sangat berguna dalam pengobatan tekanan syaraf (stres) yang dialami manusia modern saat ini, apalagi ketika harus menghadapi persoalan hidup. Air mata sebenarnya membersihkan mata serta membuang unsur beracun yang ditimbulkan dari ketegangan dan emosi yang terus bertubi-tubi. Air mata memiliki kemampuan handal membunuh mikroba yang sangat berbahaya karena mengandung unsur lizorum yang beracun.
4. Riset Dr. Barry di Inggris mengenai air mata, menyimpulkan wanita menangis sebanyak 65 kali dalam setahun, sementara laki-laki hanya 15 kali. Wanita lebih banyak menangis empat kali lipat dari laki-laki, karena wanita memiliki hormon prolacin (yang terkandung dalam air mata) yang jumlahnya lebih besar, itu disebabkan prolacin bertugas memproduksi air susu. Seiring dengan hasil riset tersebut, para ilmuwan mensinyalir bahwa inilah yang menyebabkan wanita mampu hidup lebih lama daripada laki-laki, karena wanita dapat menetralisir racun dari tubuhnya melalui air mata.
5. Dari analisis para ilmuwan mengenai air mata, diperoleh bahwa air mata mengandung 25 persen dari protein dan sebagian dari metal, khususnya magnesium yang sarat dengan sejumlah racun yang bisa dibuang dengan cara menangis.
6. Para peneliti menemukan bahwa tangisan pertama yang dilakukan oleh seorang bayi bukanlah pada saat dilahirkan, tapi saat mereka berada dalam kandungan ibunya.
7. Dari penelitian ilmiah, ditemukan bahwa 85% wanita dan 73% laki-laki merasa lega dan tenang setelah menangis, karena air mata mengandung hormon prolacin dan ESTH yang berbaur dengan darah yang mampu membebaskan air mata dari unsur-unsur kimiawi pada tubuh yang berkaitan dengan tekanan jiwa.
Jika tangisan biasa-biasa saja dapat memberikan manfaat bagi jiwa dan kesehatan, apakah lagi dengan tangisan karena taqwa, tentu akan bertambah manfaatnya dan menjadi amal shaleh di sisi Allah SWT yang akan berbuah pahala. Subhanallah…
Air mata ibarat air hujan yang jatuh membasahi lahan hati yang kering kerontang, melunakkan jiwa yang keras membatu, dan menjadikan lebih peka terhadap masalah-masalah sosial. Bahkan salah satu air mata yang disukai Rasulullah SAW, kekasih Allah SWT, adalah air mata yang jatuh karena rasa takut dan rindu kepada Allah SWT yang kelak akan menjadi penghalang dari api neraka dan mendapatkan naungan ketika tiada naungan selain naunganNya.
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Seseorang yang menangis karena takut kepada Allah itu tidak akan masuk neraka, sehingga air susu itu kembali ke dalam tetek. Dan debu yang menempel karena berjuang di jalan Allah itu tidak akan berkumpul dengan asap neraka jahannam." (HR. At-Turmudzy).
“Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Ada tujuh kelompok yang akan mendapatkan naungan Allah pada hari yang tiada naungan kecuali naunganNya, yaitu pemimpin yang adil, remaja yang senantiasa beribadah kepada Allah Ta’ala, seseorang yang hatinya senantiasa dipertautkan dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah, dimana keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah, seorang laki-laki yang ketika dirayu oleh seorang wanita bangsawan dan rupawan lalu menjawab : “Sungguh aku takut kepada Allah." Seseorang yang mengeluarkan sedekah lantas disembunyikannya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan tangan kanannya, dan seseorang yang berdzikir kepada Allah di suatu tempat yang sunyi kemudian kedua matanya mencucurkan air mata." (HR. Bukhari Muslim).
Umar bin Khattab pernah mengatakan, “Menangislah. Jika kalian tidak mampu menangis, berusahalah seakan-akan kalian menangis." Abu Bakar Shiddiq adalah orang yang sangat lembut hatinya, beliau menangis sesegukan ketika membaca Al-Qur’an dan mendirikan shalat.
Semoga Allah SWT menjadikan air mata yang jatuh di sudut-sudut mata adalah air mata yang berharga di sisiNya. Air mata taqwa yang akan membersihkan karat di dalam hati sehingga mudah disusupi cahaya Ilahi. Menangislah, sebelum kelak tangisan itu menjadi darah yang tak berharga karena mengetuk pintu surgaNya yang tertutup rapat pada saat pengadilanNya. Sungguh air mata yang tumpah di dunia lebih baik ketimbang di akherat kelak. Karena pada saat itu, air mata penyesalan takkan ada gunanya lagi. Menangislah, sebelum kita ditangisi suatu hari nanti, karena itu pasti terjadi. Sesungguhnya menangis bukanlah pertanda kelemahan diri, melainkan akan melahirkan kekuatan yang akan terus terpompa dalam jiwa saat menghadapi persoalan-persoalan yang menghiasi hidup.
Nah, Sekarang masih takut untuk menangis?
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Nia Ummu Alif sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.