HR. Ad-Dailami : "Alangkah baiknya orang-orang yang sibuk meneliti aib diri mereka sendiri dengan tidak mengurusi aib orang lain."
Alamat Akun
http://12345.kotasantri.com
Bergabung
23 April 2009 pukul 03:58 WIB
Domisili
Jakarta - DKI Jakarta
Pekerjaan
Penulis Freelance
Penulis buku Bela Diri for Muslimah : Siapa Bilang Perempuan Makhluk yang Lemah. Untuk bersilaturrahim, silakan kunjungi : http://sebuahrisalah.multiply.com atau FB / Imel : bujangkumbang@yahoo.co.id
Tulisan Fiyan Lainnya
Tujuh Belasan Bersama Tangan-Tangan Mungil
23 Agustus 2009 pukul 17:30 WIB
Loper Majalah Sampai Loper Buku
15 Agustus 2009 pukul 16:00 WIB
Inilah Mimpiku!
6 Agustus 2009 pukul 18:33 WIB
Belum Jadian (Kok) Sudah Bilang Putus?
11 Juli 2009 pukul 16:30 WIB
Tanda Tangan Pertamaku
5 Juli 2009 pukul 17:48 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Selasa, 25 Agustus 2009 pukul 15:15 WIB

Sepatu Hitam Faisal

Penulis : Fiyan Arjun

“Kak, sepatu hitam saya kekecilan. Terus nanti upacara benderanya bagaimana, kak? Kan harus hitam semua,” ucap seorang bocah laki-laki kepada seorang lelaki yang sudah dianggap seperti kakaknya itu. Padahal lelaki itu adalah guru didiknya.

Lelaki yang dianggapnya sebagai kakak itu hanya tersenyum sambil berujar, ”Ya sudah, Faisal pinjam saja sama yang lain dulu. Siapa tahu muat sama kaki Faisal.”

Bocah laki-laki yang mendapatkan jawaban itu langsung mengerti, dan langsung meninggalkan tempat itu. Dengan tergesa-gesa, bocah laki-laki yang sehari-hari dipanggil Faisal itu melenggang, meninggalkan lelaki itu. Lalu bocah laki-laki itu langsung menuju kamar kawan satu asramanya, untuk meminjam sepatu hitam.

Alhasil, ia pun berhasil mendapatkan sepatu hitam untuk upacara bendera esok paginya. Tepat di Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-64 yang jatuh pada hari Senin, 17 Agustus 2009.

***

Dua hari berada di sebuah tempat yang hampir mirip dengan pondok pesantren itu membuat aku tertegun, dan banyak mendapat pelajaran hidup yang belum aku sadari. Ketika ekor mata minusku melihat ada bocah laki-laki yang tidak seberuntung dengan aku, betapa hati ini terketuk. Sungguh suatu pelajaran yang amat berharga. Aku perlu lebih banyak bersyukur ketika melihat keadaan saat itu.

Aku sudah dua hari berada di tempat itu dalam rangka berbagi ilmu yang aku miliki. Mereka, rata-rata masih berusia sangat belia sekali, antara sepuluh tahun sampai enam belas tahun dan masih berstatus pelajar Ibtidaiyah (SD) dan Tsanawiyah (MTs). Mereka tidaklah seberuntung orang-orang yang berada di garis kehidupan atas, yang tinggal di rumah mewah, sekolah di tempat elit, diantar jemput mobil, begitu pun dengan permainan yang serba digital. Sedangkan mereka? Ah, aku sulit mengungkapkannya dengan kata-kata.

Ketika melihat dan merasakan segala aktivitas serta peristiwa-peristiwa para penghuni tempat itu, membuat aku berpikir, hingga sebuah kutipan hadits tiba-tiba membayangi benakku agar aku lebih banyak bersyukur dan tahu diri.

“Lihatlah orang di bawahmu, dan jangan lihat orang di atasmu, agar engkau tidak meremehkan karunia Allah.” (HR. Bukhari - Muslim).

Ulujami - Jakarta, 18 Agustus 2009

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Fiyan Arjun sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

mashalli | karyawan
Alhamdulillah... Meski baru bergabung di KSC, semakin nambah wawasan dan berbagi pengalaman religius.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1218 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels