|
QS. Muhammad : 7 : "Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.
"
|
|
|
http://mariam008.multiply.com |
|
mariam@kotasantri.net |
|
mariam@kotasantri.net |
|
|
mary_oq07 |
|
email_aq07@yahoo.com |





Kamis, 13 Januari 2011 pukul 21:50 WIB
Penulis : Mariam Komalawati
Nasehat saya kepada para wanita yang tertunda untuk menikah, yakni berserah diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan berdo'a dan menundukkan diri kepada-Nya agar Ia berkenan menyiapkan untuk mereka para suami yang diridhai agama dan akhlak mereka. Bila seseorang jujur niatnya di dalam berdo'a dan berusaha menyingkirkan penghalang-penghalang terkabulnya do'a, maka sungguh Allah Ta’ala berfirman;
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasannya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo'a apabila ia memohon kepada-Ku." (QS. Al-Baqarah : 186).
"Dan Rabbmu berfirman, Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu." (QS. Ghafir : 60).
Allah Subhanahu wa Ta’ala mengurutkan terkabulnya do'a setelah seseorang menyambut panggilan (ajakkan) Allah dan mengimaninya. Maka saya tidak melihat sesuatu yang lebih kuat dibanding sikap berserah diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, berdo'a dan tunduk kepada-Nya serta menunggu jalan keluar dengan sabar.
Telah tetap riwayat dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam, "Ketahuilah bahwa sesungguhnya pertolongan (kemenangan) disertai dengan kesabaran, kelonggaran itu disertai dengan kesusahan, dan bersama kesulitan ada kemudahan."
Bagi para wanita tersebut dan yang seperti mereka keadaannya, mohonlah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar Dia memudahkan urusan mereka dan disediakan bagi mereka pria-pria yang shalih yang menginginkan kebaikan agama dan dunia mereka. Allahu a'lam. (Fatawa Al-Mar’ah Halaman 58).
Dikutip dari Tulisan Asy-Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin / ulamasunnah.wordpress.com
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mariam Komalawati sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.