HR. Bukhari : "Berhati-hatilah dengan buruk sangka. Sesungguhnya buruk sangka adalah ucapan yang paling bodoh."
Alamat Akun
http://mariam.kotasantri.com
Bergabung
19 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Bandung - Jawa Barat
Pekerjaan
Government Employees
simple...simple dan simple ^_^
http://mariam008.multiply.com
mariam@kotasantri.net
mariam@kotasantri.net
mary_oq07
email_aq07@yahoo.com
Tulisan Mariam Lainnya
Sohibku adalah Cerminku
16 Oktober 2009 pukul 17:32 WIB
Tidak Bersolek Bila Keluar Rumah
24 September 2009 pukul 19:35 WIB
Arti Nilai Dirimu
28 Mei 2009 pukul 16:09 WIB
Biasnya Arti Cantik
7 Mei 2009 pukul 21:14 WIB
Makin Tua Makin Menjadi
25 April 2009 pukul 19:13 WIB
Pelangi
Pelangi » Jurnal

Sabtu, 24 Oktober 2009 pukul 20:45 WIB

Love isn't Blind

Penulis : Mariam Komalawati

Betapa manusia mengagung-agungkan cinta, apa pun akan diusahakan untuk meraih cinta yang didamba, bahkan tidak sedikit orang yang bermain “curang” untuk berkompetisi memperjuangkan cintanya dengan mengabaikan pertimbangan apakah sesuatu tersebut layak atau tidak untuk diperjuangkan.

Jika kita “termakan” oleh istilah love is blind, maka cinta adalah esensi hati yang tidak ada kemampuan bagi manusia untuk mengusahakannya dan tidak punya kuasa untuk mengendalikannya, benarkah seperti itu?

Rasa cinta sebagai esensi hati manusia merupakan karunia yang akan mendatangkan keberkahan sejauh kita memperhatikan bagaimana dan kepada siapa cinta itu didedikasikan. Hal yang paling dekat adalah mencintai seseorang/pasangan, bukan suatu hal yang kebetulan seseorang memilih untuk memberikan sebagian hatinya yang diliputi rasa cinta, pasti akan selalu ada alasan kenapa seseorang mencintai pasangan (terlepas dari alasannya hanif atau sesat), dalam hal ini love is not blind bukan? Hanya orang yang kurang introspeksi saja yang mengatakan kalau dirinya tidak tahu kenapa mencintai seseorang.

Bukankah Islam telah memberikan gambaran yang jelas, cinta seperti apakah yang patut diperjuangkan? Serta atas dasar apa cinta itu dilabuhkan? Cinta yang dilandasi niat suci karena Allah tidak pernah mendatangkan kesedihan, karena Dia-lah pemilik segala cinta. KecintaanNya terhadap manusia begitu sempurna dengan menurunkan aturan-aturan jelas demi kemaslahatan manusia, di sinilah kita menjalani tarbiyah iradah dengan mendidik kehendak (cinta) agar selalu berada dalam kerangka akhlaqul karimah.

Selanjutnya, kepada siapakah hati penuh cinta kita dilabuhkan? Islam juga telah memberikan gambaran yang jelas, yaitu pada orang yang layak berdasarkan agamanya, keluarganya, atau harta kekayaannya, dan tentu saja kita semua tahu berdasarkan kriteria manakah yang lebih prioritas kita pilih.

Satu hal yang pasti bahwa Allah Mahaadil dengan memasangkan makhluknya berdasarkan khufu’. Jika kita menginginkan pasangan yang baik, maka mari kita sama-sama introspeksi, layakkah kita mendapatkan yang baik? Hal ini menjadi motivasi bagi diri untuk “tahu diri” lebih memperbaiki diri, hasil yang baik dan penuh keberkahan akan diperoleh dengan proses yang baik pula. Insya Allah, karena Allah tidak akan menyia-nyiakan usaha hambaNya sejauh dia bersungguh-sungguh.

Semoga kita termasuk manusia yang istiqamah memperbaiki diri dalam proses melayakan diri untuk mendapatkan cintaNya. Aamiin.

http://mariam008.multiply.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mariam Komalawati sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Eno Karta Susana | Guru
Subhanallah... KSC bisa dijadikan sebagai sarana kreativitas, nambah ilmu, dan mempererat tali silaturrahim. Tapi tetap kita harus berusaha menjaga niat. Semoga bermanfaat. Aamiin...
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1237 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels