QS. At-Taubah 9 : 129 : "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepadaNya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung."
Alamat Akun
http://mariam.kotasantri.com
Bergabung
19 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Bandung - Jawa Barat
Pekerjaan
Government Employees
simple...simple dan simple ^_^
http://mariam008.multiply.com
mariam@kotasantri.net
mariam@kotasantri.net
mary_oq07
email_aq07@yahoo.com
Tulisan Mariam Lainnya
Biasnya Arti Cantik
7 Mei 2009 pukul 21:14 WIB
Makin Tua Makin Menjadi
25 April 2009 pukul 19:13 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Kamis, 28 Mei 2009 pukul 16:09 WIB

Arti Nilai Dirimu

Penulis : Mariam Komalawati

Melihat fenomena hidup di sekitar, membuat banyak mengambil perumpamaan untuk kita jadikan sebagai ibrah. Sekecil apa pun peran yang kita jalani, pada dasarnya sebagai cermin eksistensi, dimana setiap eksistensi tersebut merupakan bagian dari aktualisasi diri. Bentuk aktualisasi inilah dimana manusia dengan berbagai macam cara menjalani perannya demi satu pengakuan, bahwa kita perlu “exist”.

Kita akan berbangga jika keberadaan kita diakui di tengah-tengah masyarakat atau pada suatu komunitas tertentu, suatu hal yang wajar bila kita butuh suatu penghargaan, tetapi bukan berarti doyan pujian, wajar pula jika kita merasa senang dengan prestasi yang menggembirakan dari usaha kita yang optimal, tetapi bukan berarti kemudian jadi lupa daratan. Allah menunjukkan keridhaanNya terhadap suatu amalan manusia yang ikhlas melalui lisan manusia sebagai bentuk sanjungan terhadapnya.

Pernah ditanyakan kepada Rasulullah, "Beritahu aku tentang seorang laki-laki yang melakukan suatu amal kebaikan dan orang-orang memujinya atas amal itu?" Beliau menjawab, "Itu adalah kabar gembira bagi seorang mukmin yang dipercepat.” (HR. Muslim).

Terlalu na’if jika pujian-pujian ataupun pengakuan tersebut hanya menyebabkan terseretnya kita pada satu hal yang disebut riya’, betapa tidak berharganya amalan kita di hadapan Allah dengan hanya terbayar oleh pengakuan teman/rekan/anggota masyarakat terhadap kualitas diri kita yang sebenarnya “semu”. Sama jeleknya jika kita lantas menjadi bersikap mundur dengan tidak melakukan apa-apa karena ketakutan terhadap sang riya’. Maju kena, mundur kena. Nikmati saja dengan jiwa istiqamah untuk tetap konsisten meluruskan niat.

“Sesungguhnya amalan itu hanyalah tergantung niatnya, dan setiap orang mendapatkan apa yang diniatkannya.” (HR. Bukhari - Muslim). Hadits ini menunjukkan bahwa niat sebagai barometer dalam menilai arti setiap tingkah laku kita, dengan kata lain motivasi diri merupakan hal utama dalam suatu tindakan. Sejauh mana kita memberikan arti dan nilai pada kualitas aktualisasi diri kita? Baik buruknya motivasi akan memberikan feedback yang sama dan setimpal. Satu hal lagi yang patut diingat, bahwa nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya.

Semoga kita bisa sama-sama bertekad untuk tetap meluruskan niat dalam setiap langkah ikhtiar kita menuju pribadi ikhlas yang diharapkan. Process of becoming.

http://mariam008.multiply.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mariam Komalawati sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Riesna | I'm Real Jobless
KotaSantri.com adalah situs keren yang memungkinkan kamu mengetahui dan mempelajari ilmu agama Islam lebih jauh, mudah, dan mengena. Di sini juga kamu bisa saling bersilaturahmi dengan para santri, melalui email dan chatting room yang tak kalah keren!
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1263 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels