|
Ust. Aam Amiruddin : "Sesungguhnya sepercik kejujuran lebih berharga dari sebongkah cinta. Apa arti sebongkah cinta kalau dibangun di atas kebohongan? Pasti rapuh bukan? Betapa indahnya apabila kejujuran dan cinta ada pada diri seseorang. Beruntunglah Anda yang memiliki kejujuran dan ketulusan cinta."
|
|
|
http://arrafiiyah-arrafiiyah.blogspot.com |
|
http://facebook.com/profile.php?id=100000493450379 |
|
http://twitter.com//#!/akbararrafiiyah |





Sabtu, 15 Oktober 2011 pukul 13:00 WIB
Penulis : H. Akbar
Unta memiliki dua species, yaitu Camelus Dromedarius (berpunuk tunggal) dan Camelus Bactrianus (berpunuk ganda). Unta identik dengan gurun pasir, karena ia satu-satunya binatang yang mampu mengatasi berbagai ancaman di gurun pasir, seperti musim panas, musim dingin, dan badai pasir. Di Mesir, unta telah dipakai sebagai alat transportasi sejak 3000 tahun yang lalu. Dibanding binatang gurun pasir lainnya, unta mempunyai keistimewaan, dan karena keistimewaannya itu manusia ditantang untuk meneliti dan mengkaji kehidupan unta. Firman Allah :
اَفَلاَ يَنْظُرُوْنَ اِلَى اْلاِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ - الغاشية : 17
Artinya, 'Apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana ia diciptakan' (QS Al-Ghasyiyah : 17)
Keistimewaan unta terletak pada mata, punuk dan kakinya. Pada bagian-bagian tersebut unta diberi kemampuan untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapinya. Bulu mata unta memiliki sistem berpautan. Tatkala ada bahaya, bulu-bulu mata ini secara otomatis menutup. Bulu-bulu mata yang berpautan ini mencegah masuknya butiran-butiran debu memasuki mata unta. Punuk unta menyimpan lemak khusus, yang pada suatu saat bisa diubah menjadi air dengan bantuan oksigen hasil respirasi. Kaki unta mempunyai lapisan berdiameter khusus yang memungkinkan unta tidak terperosok ke dalam gurun pasir yang dilaluinya.
Di kalangan masyarakat Arab dikenal ada unta yang harganya mahal tapi ada juga yang harganya murah. Seekor unta dihargai mahal jika ia mampu berjalan dari Mekah ke Madinah sejauh 450 km tanpa berhenti meskipun di bawah terik matahari. Begitu sampai di tempat tujuan ia dielu-elukan oleh majikannya tak ubahnya seperti pejuang yang baru pulang dari medan perang. Singgasana berupa istal telah menanti dan makanan kesukaannya telah disediakan. Unta yang seperti ini harganya mahal.
Tapi apabila baru beberapa kilometer unta sudah berlutut, dan tidak mampu melanjutkan perjalanan, sang majikanpun tidak akan memaksanya. Ia diberi makan minum yang cukup agar cepat gemuk karena besok lusa akan disembelih. Unta seperti ini harganya sangat murah.
PELAJARAN YANG DAPAT KITA AMBIL
Suatu analogi yang sangat indah bagi kehidupan manusia. Jika kita ingin mempunyai harga tinggi di sisi Allah SWT maka kita harus tetap istiqomah dalam aqidah selama menjalani hidup yang penuh dengan rintangan ini. Rintangan dan kerasnya godaan yang membuat kita berlutut sebelum kita meninggal harus kita atasi. Mata kita perlu dilapisi filter agar debu-debu maksiat bisa masuk dan mempengaruhi jiwa. Aset yang kita miliki berupa umur, jasad, ilmu dan harta harus diefektifkan sesuai peruntukannya. Dan aqidah tempat kita berpijak jangan sampai terperosok ke jurang kemusyrikan. Jika itu yang kita lakukan Insya Allah harga kita akan mahal di sisi Allah SWT. Singgasana surga beserta fasilitasnya sudah menanti kita.
Allah SWT telah memberikan fasilitas berupa dua buah jalan. Yang satu jalan menuju surga dan yang lainnya menuju neraka. Kini saatnya kita merintis jalan menuju surga dengan cara melakukan berbagai aktivitas positif yang diridhai Allah SWT.
http://arrafiiyah-arrafiiyah.blogspot.com
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan H. Akbar sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.